Penguatan Bina Keluarga Remaja di Padukuhan Panggang

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Permasalahan remaja seperti Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) adalah tiga resiko yang dihadapi oleh remaja, yaitu Seksualitas, HIV/AIDS, dan Napza, serta tingginya pernikahan pada remaja dapat mengurangi kesempatan remaja untuk berperilaku hidup sehat, serta mengganggu perencanaan kehidupan di masa yang akan datang.

Selain itu, orangtua yang tidak melek internet dan kurang memahami penggunaan media sosial menyebabkan rendahnya kontrol orangtua terhadap perilaku remaja di era digital seperti saat ini. Untuk merespon permasalahan tersebut salah satu pendekatan yang dapat dilakukan melalui pengembangan kelompok Bina Keluarga remaja (BKR).

Tim Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta berupaya untuk menguatkan dan meningkatkan pengetahuan kader BKR dan pengurus Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) tentang pentingnya kesehatan remaja dan ketahanan keluarga berbasis gender serta pelatihan melek internet dan media social dan pelatihan tatakelola BKR.

Pelatihan ini diikuti oleh 8 kader BKR dan 5 perwakilan dari pengurus PIK-R di Pedukuhan Panggang, Kelurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu Bantul. Tim pengusung program diketua oleh Erni Gustina, SKM., MPH dan beranggotakan Marsiana Wibowo, SKM., M.PH dan Siti Kurnia Widi Hastuti, SKM., MPH. Dua orang mahasiswa, yaitu Zaidan Nurrahman dan Widya Adiningsih juga dilibatkan dalam kegiatan pengabdian ini sebagai pengalaman dalam program pemberdayaan masyarakat.

Pelaksanaan program dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 12-13 Juni 2021 dan selanjutnya dilakukan pendampingan untuk efektifitas program. Erni Gustina menuturkan pentingnya kegiatan ini dilakukan karena BKR merupakan kegiatan yang dilakukan oleh keluarga yang mempunyai anak dan remaja untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua atau keluarga lain dalam pembinaan tumbuh kembang anak dan remaja.

“Melalui pengabdian ini akan dilakukan penguatan BKR kepada pengurus dan pemberian pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat dan remaja untuk terciptakan keluarga yang berkualitas,” ujarnya.

Marsiana menambahkan, tema dalam program ini adalah “Penguatan Bina Keluarga Remaja”. Program ini dilaksanakan karena Permasalahan remaja dapat mengurangi kesempatan remaja untuk berperilaku hidup sehat, serta mengganggu perencanaan kehidupan di masa yang akan datang. “Pelatihan ini juga di dukung penuh oleh BKKBN Sedayu dan berharap bisa berlanjut dengan program-program lain,” ungkapnya.

Kepala Padukuhan Panggang Kalurahan Argomulyo, Bapak Joko, menyambut baik pelatihan dan pendampingan ini. Dalam sambutannya karena belum pernah ada pelatihan dan pendampingan terkait penguatan BKR, harapannya dengan adanya pelatihan dan pendampingan yang intensif kader dapat memahami tata kelola BKR dengan baik.

Sehingga, nantinya kader BKR di Pedukuhan Panggang menjadi aktif dan dapat melakukan edukasi dan pendampingan pada keluarga yang memiliki remaja dan pada pasangan usia subur. “Harapannya Pedukuhan Panggang bisa menjadi Percontohan bagi BKR yang lain, dan tentunya dapat meningkatkan status kesehatan masyarakat dan remaja di Pedukuhan Panggang,” imbuhnya. (*)

UAD

BERITA REKOMENDASI