Penguatan Keilmuan PPKn, UAD Kolaborasi dengan STKIP Pasundan Cimahi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Program Studi PPKn Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan STKIP Pasundan Cimahi menyelenggarakan Seri Diskusi Penguatan Keilmuan PPKn. Diskusi ini mengangkat tema ‘Model Proyek Belajar Kewarganegaraan (Project Citizen)’ dan dilaksanakan secara daring melalui Zoom, Kamis (03/06/2021).

Diskusi ini menghadirkan pembicara Dosen Prodi PPKn UAD Trisna Sukmayadi, M.Pd serta Dosen Prodi STKIP Pasundan Cimahi Dr. O. Yomi Romlah, M.Pd. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan diikuti baik dari civitas akademika Prodi PPKn UAD maupun dan STKIP Pasundan Cimahi.

Trisna Sukmayadi dalam pemaparannya mengatakan Project Citizen bermula dari sebuah lembaga di California Amerika yang diberi nama Center of Civic Education (Civiced). Tujuan utamanya yakni membantu siswa meningkatkan kapasitas mereka untuk berpartisipasi secara kompeten dan bertanggungjawab dalam sistem politik Amerika.

“Project Citizen berupaya mendorong siswa untuk bekerja keras secara kolaboratif untuk mengidentifikasi apa yang mereka yakini sebagai masalah komunitas. Melalui penelitian dan wawancara dengan anggota masyarakat, siswa menentukan ruang lingkup masalah dan apakah orang lain juga memiliki keprihatinan mereka,” kata Trisna Sukmayadi.

Menurut Trisna Sukmayadi, Project Citizen penting diterapkan dalam Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). PKn merupakan program pendidikan yang berintikan demokrasi politik yang diperluas dengan sumber-sumber pengetahuan lainnya, pengaruh-pengaruh positif dari pendidikan sekolah, masyarakat dan orangtua.

“Kesemuanya itu diproses guna melatih para siswa berpikir kritis, analitis, bersikap dan bertindak demokratis dalam mempersiapkan hidup demokratis yang berdasarkan Pancasila, UUD’45,” terangnya.

Selain itu PKn merupakan mata pelajaran yang berisikan tentang pemerintahan yang diajarkan di sekolah, dimana dalam keadaan pemerintahan yang demokratis tersebut warga negara hendaknya melaksanakan hak dan kewajibannya dengan penuh tanggungjawab. Hal ini menegaskan PKn merupakan suatu cara dalam membentuk hubungan antara negara dan warga negaranya, begitupun sebaliknya.

Yomi Romlah dalam diskusi ini mengatakan tujuan model Project Citizen yakni meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan meningkatkan kemampuan problem solving. Selain itu juga mengembangkan kesadaran prososial mahasiswa, mengasah kecerdasan, keterampilan sosial dan intelektual yang penting bagi kewarganegaraan demokratis sebagai warga negara bertanggungjawab.

“Juga meningkatkan motivasi melalui pemberdayaan mahasiwa dalam menggunakan hak dan tanggungjawab kewarganegaraan yang demokratis melalui penelitian intensif mengenai masalah kebijakan publik di kampus atau di masyarakat tempat mereka berinteraksi,” jelasnya.

Ia menambahkan impelemntasi pengembangan Project Citizen di dalam kelas dapat dilakukan dengan tahapan awal yakni mengidentifikasi masalah, selanjutnya memilih masalah sebagai bahan kajian kelas. Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan informasi, mengembangkan portofolio kelas dan menyajikan portofolio.

“Setelah portofolio kelas selesai, kelas dapat menyajikan dalam kegiatan show case (gelar kasus). Kegiatan ini akan memberikan pengalaman yang sangat berharga kepada mahasiwa dalam hal menyajikan gagasan-gagasan kepada orang lain dan belajar meyakinkan mereka agar dapat memahami dan menerima gagasan tersebut,” kata Yomi Romlah.

Sementara itu Kaprodi PPKn UAD, Didik Baihaqi Arif, M.Pd mengatakan diskusi ini merupakan program berkelanjutan. Program ini merupakan salah satu program implementasi dari MoU dengan mitra dan tujuannya sebagai penguatan bidang keilmuan PKn. (*)

UAD

BERITA REKOMENDASI