PKM UMY Beri Pelatihan Diversifikasi Kerajinan Tangan

SLEMAN, KRJOGJA.com – Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berlangsung di Dusun Sumber Kidul, Desa Kalitirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman DIY. Bentuk kegiatan berupa pemberdayaan masyarakat mitra agar dapat mandiri dan meningkatkan kreativitas pengelolaans ampah rumah tangga menjadi berbagai macam produk kerajinan tangan dan dapat menghasilkan barang yang memiliki nilai ekonomi.

Inisiator kegiatan Fadia Fitriyanti mengatakan kegiatan diikuti 34 peserta yang merupakan kelompok ibu-ibu PKK Dusun Sumber Kidul, Berbah Sleman.

“Program pengabdian ini untuk mencapai keberhasilan pada tahap pelaksanaan program maka dilaksanakan program pelatihan dan pendampingan pembuatan sampah kreatif yang diselenggarakan pada Sabtu,15 Agustus 2020 dan Minggu, 16 Agustus 2020 di kediaman Ibu Dukuh Dusun Sumber Kidul,” papar Fadia Fitriyanti.

Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang diversifikasi pembuatan kerajinan tangan dari sampah plastik kepada Kelompok PKK Dusun Sumber Kidul. Metode yang digunakan oleh pelatih dalam menyampaikan materi yaitu dengan menggunakan metode pelatihan dan pendampingan.

Program-program pelatihan dalam pengabdian masyarakat dikembangkan dengan metode yang lebih sederhana, yaitu dengan menyelenggarakan sarasehan dan diskusi santai/ informal sehingga masyarakat tidak terlalu berat dalam menerima materi-materi pelatihan. Metode pelatihan dengan diskusi informal bertujuan untuk mendorong partisipasi dan perhatian peserta yang lebih intens.

Pelatihan ini berlangsung selama 2 hari dimana per hari berlangsung selama 4 jam. Sebelum pembuatan kerajinan sampah kreatif dimulai, Pelaksana kegiatan menyelenggarakan pre-test sebelum narasumber menyampaikan materi. Pretest terdiri dari beberapa pertanyaan yang dituangkan dalam bentuk form dan harus segera dijawab oleh peserta mengenai pembuatan kerajinan keranjang air mineral dan hiasan dinding. Pre-test ini diperlukan untuk mengetahui kemampuan awal peserta sebagai petunjuk dalam penyiapan pembuatan kerajinan tangan sekaligus menjadi data dalam mengukur kemajuan yang dicapai peserta terkait pemahaman diversifikasi pembuatan kerajinan air mineral dan hiasan dinding. Terdapat 2 pretest dan 2 posttest yang terdiri dari 5 pertanyaan yang sama mengenai keranjang air mineral dan hiasan dinding.

Sebelum pelatihan dimulai, maka Pelatih menjelaskan cara-cara pembuatan kerajinan sampah terlebih dahulu. Anggota kelompok PKK sangat antusias dan terampil dalam membuat kerajinan sampah kreatif. Anggota kelompok PKK membuat keranjang air mineral dan membuat hiasan dinding yang sangat indah. Tim Pelaksana Pengabdian PKM juga ikut serta dalam proses pembuatan kerajinan sampah kreatif bersama anggota kelompok PKK sehingga program dapat berjalan baik dan lancar.

“Kegiatan ini berjalan baik karena bisa melakukan daur ulang terhadap sampah rumah tangga yang biasanya hanya sekali terpakai,” kata Fadia.

Selain itu, Anggota PKK yang semula hanya bisa membuat bunga plastik dan piring plastik menjadi hasil karya produk keranjang mineral dan hiasan dinding yang sangat berinovasi, bervariatif dan memiliki nilai jual yang tinggi untuk keperluan rumah tangga khususnya di Dusun Sumber Kidul, Berbah dan masyarakat luas pada umumnya. (*)

BERITA REKOMENDASI