PKM UMY Beri Pelatihan Persiapan Akreditasi Klinik Aisiyah

YOGYA, KRJOGJA.com – Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberikan pendampingan yang mengusung tema ‘Peningkatan Kemampuan Mencegah Insiden Keselamatan Pasien Melalui Analisis Modus Kegagalan dan Dampak’. Kegiatan ini melibatkan 48 peserta yang merupakan pemiliki klinik ‘Aisyiyah, Pimpinan klinik ‘Aisyiyah dan Tim Mutu klinik ‘Aisyiyah.

Ketua Tim PKM Dr dr Arlina Dewi MKes AAK mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan akreditasi klinik yang berada di bawah persyarikatan Aisiyah. Peserta berasal dari 11 klinik rawat inap dan 7 klinik rawat jalan yang tesebar di 10 provinsi Indonesia. Kegiatan sendiri sudah berlangsung pada 21-23 Februari 2020.

Materi pelatihan disampaikan oleh pakar dibidang akreditasi, yang diantaranya adalah Quality & Patient Safety: Pengantar Akreditasi FKTP, Penerapan Keselamatan Pasien di FKTP, dan lain-lain. Pada hari terakhir kegiatan pelatihan, peserta dipandu untuk melakukan kunjungan ke klinik pratama 24 jam Firdaus UMY yang telah terakreditasi dan terbaik pertama seDIY dan terbaik ke-3 dikanca Nasional.

“Hal ini bertujuan agar peserta mampu mengambil contoh dalam mengembangkan klinik yang berkualitas di daerah masing-masing,” kata dr Arlina dalam keterangan pers yang diterima KRjogja.com, Selasa 1 Agustus 2020.

Bagi peserta, workshop ini sangat bermanfaat terutama yang berada di daerah luar pulau Jawa. Harapannya bisa dilakukan secara berkelanjutan. minimal 1 kali dalam setahun. “Hasil pengabdian disimpulkan bahwa peserta puas dengan seluruh rangkaian kegiatan pelatihan dan memiliki pemahaman tentang akreditasi. Hal ini memberikan dampak positif bagi peserta, sehingga mampu mengevaluasi kendala yang dialami dalam mempersiapkan akreditasi,” kata Arlina.

Sebagian besar klinik mengalami kendala karena adanya faktor internal, faktor klinik, dan komitmen persyarikatan. Faktor internal, kendala terjadi dari dalam individu karyawan, meliputi pengetahuan, kepedulian, dan persiapan karyawan dalam melakukan akreditasi klinik;.

Sedang faktor klinik terkendala karena fasilitas dan sarana prasarana, pelayanan klinik, dana, dan adanya pengaruh pemiliki klinik serta komitmen pimpinan daerah yang kurang mendukung dalam mempersiapkan akreditasi klinik. (*)

 

BERITA REKOMENDASI