PKM UMY Dampingi Siswa SD Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sebanyak 33 siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah Ambarketawang 1 mengikuti pendampingan peningkatan kemampuan Bahasa Inggris sekaligus pembangunan karakter yang dilakukan Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta (UMY). Program Kemitraan Masyarakat ini diberikan dalam bentuk penggunaan buku cerita anak dwibahasa seri 2.

Menurut Dosen Pendidikan Bahasa Inggris UMY yang juga inisiator kegiatan Ika Wahyuni Lestari, kegiatan berlangsung 16-22 Juli 2020. “Bentuk kegiatan kami bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa sekaligus pembentukan karakter moral amanah melalui buku cerita anak dwibahasa,” kata Ika Wahyuni Lestari.

Bentuk dari program PKM yang diusulkan ini adalah pelatihan Bahasa Inggris sebanyak tiga kali pertemuan yang dilakukan oleh tim dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMY yaitu Ika Wahyuni Lestari MHum dan Puput Arfiandhani MA. Sebelum program dimulai, siswa diberi pretest untuk mengukur kemampuan Bahasa Inggris mereka.

Dalam pelatihan ini, siswa diajak mengenal Bahasa Inggris dasar melalui buku-buku cerita anak dwibahasa (bilingual book) yang dikembangkan oleh kedua dosen dengan judul “Aisyah & Ahmad: Being Trustworthy”. Karena adanya sistem Belajar dari Rumah (BDR), pelatihan Bahasa Inggris ini dilakukan secara daring dengan video yang dibuat oleh dosen dan dibagikan ke siswa melalui group Whatsapp kelas dan YouTube.

Pelatihan diakhiri dengan adanya pretest untuk mengukur pencapaian siswa dan pembuatan video untuk masing-masing siswa dimana melalui video tersebut mereka diminta mempraktikkan Bahasa Inggris dan menjelaskan nilai moral yang mereka pelajari dari buku cerita anak dwibahasa tersebut. Program PKM ini secara resmi ditutup dengan adanya penyerahan hibah berupa kamus dan buku cerita anak dwibahasa dari tim dosen selaku perwakilan UMY ke sekolah mitra pada hari Jumat, 14 Agustus 2020 yang secara simbolik diterima oleh kepala sekolah SD Muhammadiyah Ambarketawang 1, Rusmiyati, SPd SD.

“Alhamdulillah, program ini berjalan lancar dan baik. Dan, anak-anak senang serta antusias menjalani rangkaian program. Harapan kami, ke depan, program peningkatan Bahasa Inggris seperti ini dapat dilangsungkan kembali di sekolah kami,” kata Rusmiyati.

Intan Nelly Nuranisa Fillaq, salah satu peserta program mengatakan, ia dan teman-temannya bisa belajar dari cerita Aisyah & Ahmad: Being Trustworthy. “Dari cerita saya dapat belajar kalau kita diberi amanah, kita harus menjalankan amanahnya. Kita tidak boleh mengingkari atau mengecewakan orang yang memberi amanah kepada kita,” ujarnya.

Program PKM ini cukup berhasil karena ada peningkatan nilai Bahasa Inggris dari rerata nilai siswa. Selain itu, peserta program juga menunjukkan antusiasme dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Melalui buku cerita anak dwibahasa yang dikembangkan tim dosen, siswa juga memahami konsep pentingnya menjaga amanah. (*)

BERITA REKOMENDASI