PKM UMY Inisiasi Pembentukan Pengelolaan sampah di Jetis Tarubasan

KLATEN, KRJOGJA.com – Program Kemitraan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PKM UMY) menginisiasi pembentukan lembaga pengelolaan sampah di Dusun Jetis, Tarubasan, Karanganom Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung 5 Juli 2020 berupa pelatihan yang dikoordinir oleh Dr Ir Nur Rahmawati dan Ir Pujastuti S Diah MM dari Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian UMY.

“Kegiatan pengabdian tentang inisiasi pembentukan lembaga pengelolaan sampah ini untuk mengubah cara berpikir masyarakat bahwa  sampah sebagai barang yang mempunyai nilai ekonomi,” kata Nur Rahmawati. Dikatakannya, kegiatan dilaksanakan karena adanya permasalahan rendahnya pengetahuan dan kurangnya kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah.

Selain itu pengelolaaan sampah yang belum terintegrasi dan terpadu serta adanya anggapan masyarakat bahwa sampah tidak mempunyai nilai ekonomi. Kegiatan pelatihan diikuti 12 pengurus PKK RW 03 Jetis Tabubasan Karanganom Klaten.

Menurut Nur Rahmawati, sasaran dari kegiatan ini adalah pengurus dan anggota PKK RW 03 Dusun Jetis, Desa Tarubasan, Karanganom Klaten.  Kegiatan ini dimulai dengan mengajak pengurus PKK RW 03 sebanyak 12 orang melakukan benchmarking ke bank sampah yang sudah berhasil di wilayah Kecamatan Polanharjo yaitu Bank Sampah Jati diri yang berlokasi di dusun Wareng, Wangen, Polanharjo, Klaten, pada hari Minggu tanggal 5 Juli 2020.

Ke dua belas Pengurus PKK RW 03 ini yang diharapkan menjadi pionir, pembuka jalan dan calon pengelola Bank Sampah di wilayah ini. Nur Rahmawati MP mengatakan maksud dan tujuan kegiatan benchmarking  ini dilakukan, yaitu untuk membuka wawasan bagaimana pengelolaan bank sampah.  Selain itu kegiatan anjang sana ini juga merupakan ajang belajar bersama tentang bagaimana mengelola bank sampah mulai dari pemilahan sampah, administrasi pengelolaan bank sampah dan administrasi keuangannya.

“Kegiatan ini diharapkan bisa menginisiasi pembentukan bank sampai di lingkungan dusun Jetis Tarubasan Karanganom Klaten,” kata Nur Rahmawati.

Ketua Bank Sampah Jati Diri, Andi, dalam sambutannya menjelaskan tentang sejarah berdirinya bank sampah, kendala kendala yang dihadapi, manajemen administrasi dan manajemen keuangan bank sampah.

Respon peserta yang sangat baik dalam kegiatan ini, ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan tentang keingintahuan dalam pengelolaan bank sampah, bagaimana memilahkan sampah plastik, kertas, kaca dan lain lain serta bagaimana pencatatan administrasi dan perhitungan keuangannya. Kegiatan selanjutnya yaitu melihat praktek pemilahan sampah, yaitu pemilahan sampah plastic, pemilahan sampah kertas dan pemilahan sampah kreasi dan pemilahan rosok sampah.

Dalam kegiatan anjang sana ke bank sampah Jati diri ini, tim pengabdian dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta selain Dr Ir Nur Rahmawati, M.P juga dihadiri oleh anggota tim yaitu Ir Pujastuti MM dan 3 mahasiswa yang membantu pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini.  Setelah kegiatan ini akan dilanjutkan dengan kegiatan pembentukan pengurus bank sampah dan sosialisasi  ke anggota PKK RW 03 jetis Tarubasan, Karanganom Klaten.

“Kegiatan ini sangat menarik dan bermanfaat bagi kami, karena selama ini  sampah dianggap sebagai barang kotor ternyata sampah bisa dimanfaatkan dan dijual,” kata Ny Dwi Prabowo, salah satu peserta.

Setelah kegiatan yang dikordinir oleh LP3M UMY ini selesai, akan dilanjutkan dengan kegiatan pembentukan bank sampah dan sosialisasi ke anggota PKK RW 03 Jetis, Tarubasan, Karanganom Klaten. (*)

BERITA REKOMENDASI