PKM UMY Tingkatkan Pendapatan Kelompok Pengerajin Arang Batok Kelapa di Murangan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Fakultas Teknik Mesin, Teknik dan Agribisnis serta Pertanian UMY memberikan pendampingan kepada kelompok pengrajin arang batok kelapa ‘Maju Adil Makmur’ yang terletak di Dusun Murangan Triharjo Sleman. Pendampingan yang diberikan guna peningkatan pendapatan kelompok pengerajin arang batok kelapa melalui produksi liquid smoke berkualitas tinggi untuk mendukung program energi terbarukan.

Pendampingan dengan melakukan rekayasa keteknikan pada pemrosesan asap cair berkualitas rendah menjadi asap cair berkualitas tinggi (grade 1). Dengan metode tersebut mampu meningkatkan pendapatan pengerajin sekaligus untuk mendukung program pangan, keselamatan lingkungan dan energi terbarukan.

“Asap yang dihasilkan dari proses produksi arang batok kelapa berpotensi mengganggu lingkungan karena jumlahnya yang banyak. Untuk itu telah dilakukan proses pencairan asap berbentuk gas menjadi cair, yang kemudian disebut asap cair (liquid smoke),” kata Wakil Rektor Akademik UMY, Prof Dr Ir. Sukamta, MT, IPM dan Dr. Ir. Indardi, MSi, Jumat (30/07/2021) kemarin.

Ia menambahkan asap cair yang dihasilkan masih bercampur dengan abu (fly ash), sehingga harganya murah yaitu sekitar Rp 5.000,00 per liter. Jika dapat mengolahnya kembali menjadi asap cair kualitas tinggi (grade 1) maka harga menjadi Rp 25.000,00.

“Hal inilah permasalahan yang masih dihadapi oleh pengerajin arang batok kelapa ‘Maju Adil Makmur’. Dengan demikian maka program ini akan sangat meningkatkan keberdayaan mitra kelompok pengerajin arang batok kelapa ‘Maju Adil Makmur’,” tambahnya.

Untuk itu telah terjadi kesepakatan antara pengabdi dengan kelompok pengrajin arang batok kelapa ‘Maju Adil Makmur’ untuk meningkatkan manajemen dengan melakukan peningkatan pendapatan melalui produksi asap cair berkualitas tinggi (grade 1) untuk mendukung program pangan, keselamatan lingkungan dan energi terbarukan.

Metode pelaksanaan yakni penyuluhan kepada kelompok pengrajin agar bertambah wawasannya dan kemudian mau mengadopsi ide perbaikan ini, pelatihan proses produksi asap cair penjaminan kualitas produk dan pelatihan manajemen. Juga pendampingan pembuatan asap cair kepada pengrajin agar mampu menghasilkan asap cair berkualitas tinggi (grade 1).

Tak ketinggalan pendampingan manajemen mulai dari manajemen bahan baku, manajemen proses produksi, manajemen packing dan pergudangan, manajemen pengiriman, manajemen penjaminan mutu produk, dan manajemen pemasaran. Pengukuran keberhasilan implementasi program, hal ini penting untuk mengetahui seberapa berhasil program dan kegiatan yang telah dilakukan, apakah sesuai dengan rencana atau tidak, apa saja kendala yang dihadapi dan apa rencana tindaklanjutnya. “Dan yang terakhir yakni monitoring dan evaluasi,” imbuhnya.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pendapatan kelompok pengerajin arang batok kelapa ‘Maju Adil Makmur’ secara signifikan. Masyarakat juga merasa senang karena asap yang dihasilkan dari proses pembakaran batok kelapa tidak lagi mengganggu masyarakat, sehingga secara langsung mengurangi dampak lingkungan.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini telah berjalan dengan baik dan lancar serta berkontribusi pada peningkatan pendapatan kelompok pengerajin arang batok kelapa ‘Maju Adil Makmur’ secara signifikan hingga beberapa kali lipat. Selain itu Kegiatan ini juga telah membantu program pemerintah tentang pengendalian dampak lingkungan. (Van)

UMY

BERITA REKOMENDASI