Produksi Tahu Bakso dan Ketan Lupis Buatan Prenggan Kota Gede Makin ‘Maknyus’

YOGYA, KRJOGJA.com – Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Kelurahan Prenggan, Kecamatan Kotagede, Kota Jogja, memberdayakan produksi tahu bakso dan ketan lupis.

KKN yang dibimbing dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan Fisipol UMY ini melibatkan 20 orang dari UMKM Tahu Bakso “Enak” dan Ketan Lupis Resep Mbah Waji.

“Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kualitas produksi Tahu Bakso ” Enak” dan Ketan Lupis resep Mbah Waji, meningkatkan packaging (kemasan) agara lebih tahan lama dan lebih menarik untuk dipasarkan secara online, mengunggah di Media Sosial (FB, IG, sophee, dll), untuk dipromosikan, membantu proses pembukuan keuangan, agar lebih mudah untuk di periksa laporan keuangan-nya, sehingga bisa diketahui perkembanga nya, serta pemperluas pemasarannya lewat media sosial,” kata Juhari.

Tim KKN UMY mengadakan sosialisasi tentang pentingnya penggunaan media Sosial untuk pemasaran prosuk, khususnya di masa pandemi covid 19, dan di masa perkembangan teknologi informasi sekarang ini, agar bisa mengikuti trend bisnis di masa sekarang. Tim UMY juga ,engadakan sosialisasi tentang pentingnya pengemasan (packaging) yang lebih higines dan praktis serta lebih milenial dan tahan lebih lama untuk antisipasi pengiriman pesanan ke luar kota, memfoto produk dan upload di media sosial (IG, FB, Sophee, dll), membuat Google Map untuk mengetahui lokasi nya secara lebih tepat melalui aplikasi googlemap, serta mengadakan pelatihan menerima pesanan dan secara online, menerima pembayaran serta pengiriman barang pesanan kepada pemesan.

Susi Ananingsih sebagai pemilik usaha Tahu Bakso “ENAK” merasa sangat senang mendapatkan sosialisasi dan pelatihan tentang pentingnya penggunaan media sosial untuk memperluas penjualan produknya secara lebih luas.

Sementara, Suwarni, pemilik usaha Ketan Lupis resep “Mbah Waji” merqasa sangat terbantu dengan bantuan pemasaran oleh tim pengabdi dari UMY ini, sehingga produk jajanan Ketan Lupis nya semakin dikenal banyak orang, karena lokasi lebih dikenal, baik dengan melihat lokasi secara langsung di seputaran Lapangan Karang Kotagede, maupun melalui Google Map yang ada.

Berkat KKN UMY, produksi Bakso “Enak” dan Ketan Lupis Resep “Mbah Waji” semakin dikenal lebih luas oleh masyarakat penggemar kuliner, baik di seputaran Yogyakarta, maupun pembeli dari luar daerah. Penampilan produknya lebih bagus dan keren, serta dengan sistem Vacuum Sealer, dapat lebioh tahan lama, sehingga tidak takut basi untuk pengiriman.

Usaha Tahu Bakso yang digeluti Susi Ananingsih, penampilannya lebih modern, dan pemasarannya lebih luas.

“Para UMKM mitra merasa optimis bisa menjual produknya lebih abnyak dan luas lagi, walaupundimasa pandemi covid seperti sekarang ini,” ujar Juhari. (*)

BERITA REKOMENDASI