Program PPM Muhammadiyah-UMY, Inovasi Olahan Cabai di Sinduadi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Saat panen raya, seringkali harga cabai jatuh. Kondisi ini kemudian mendorong dosen Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Ir Pujiastuti Sulistyaning Dyah MM membuat sebuah program inovasi. Melalui Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah) ia memberikan pelatihan inovasi pelatihan cabai kepada Ranting Aisiyah Sinduadi Tengah Sleman.

Tema yang diusung dalam program tersebut adalah Membangun Jiwa Wirausaha Anggota Aisyiyah Sinduadi Mlati Sleman melalui Inovasi Olahan Cabai. “Tujuan kegiatan ini untuk menyelamatkan produk cabai dengan inovasi,” katanya dalam siaran pers yang diterima KRjogja.com.

Pujiastuti Sulistyaning mengatatakan persiapan sebelum kegiatan pembuatan bubuk cabai dimulai dengan proses penjemuran cabai selama 2 hari. Kemudian agar cabai betul-betul kering dilakukan pengeringan lagi dengan  oven sederhana selama 2 jam.  “Proses penggilingan menggunakan blander,  dengan diberi tambahan bumbu berupa bawang putih dan udang kering,” ujarnya.  Proses akhir adalah mengemas bubuk cabai dng botol kecil-kecil.

Menurut Pujiastuti, pelatihan dilakukan bergantian diantara ib-ibu peserta sebanyak 10 orang selama kurang lebih 3 jam. Kegiatan dilakukan  dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan memakai masker dan face shield yang telah disiapkan sebelumnya, dengan jaga jarak, mengingat kegiatan ini dilakukan masih dalam masa pandemik covid-19. Kegiatan ini dikoordinir oleh LP3M UMY.

Ketua Ranting  Aisyiyah Sinduadi Tengah Mlati Sleman Diah Setyowati  sangat mendukung kegiatan inovasi pengolahan cabai dan anggotanya mengikuti dengan antusias. “Anggota Aisyiyah sangat senang dan antusias dengan usaha inovatif bubuk cabai karena mudah diaplikasikan tidak membutuhkan biaya tinggi dan disukai konsumen,” kata Diah Setyowati. (*)

BERITA REKOMENDASI