Western Sydney University Raih Peringkat 1 versi Times Higher Education

user
danar 30 Juni 2022, 10:44 WIB
untitled

AUSTRALIA, KRJOGJA.com - Western Sydney University dinobatkan sebagai nomor satu di dunia karena dampak sosial, ekologi, dan ekonominya dalam Times Higher Education (THE) University Impact Rankings terbaru. Western Sydney University menempati peringkat 1 secara keseluruhan di seluruh dunia dan peringkat 1 di Australia dalam pemeringkatan tahunan bergengsi tersebut.

Times Higher Education menilai universitas atas komitmen mereka terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pemeringkatan didasarkan pada pengajaran, penelitian, penjangkauan dan pengelolaan universitas.

Ini adalah tahun keempat THE University Impact Rankings, dengan Western Sydney University menduduki peringkat teratas dari lebih dari 1.400 institusi. Capaian kerja Universitas telah diakui di berbagai kategori SDG berikut ini:

Peringkat Pertama di dunia untuk SDG6: Air Bersih dan Sanitasi Layak

Peringkat ke-2 di seluruh dunia untuk SDG12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab

Peringkat ke-3 di seluruh dunia untuk SDG5: Kesetaraan Gender

Peringkat ke-4 di seluruh dunia untuk SDG10: Mengurangi Ketimpangan

Peringkat ke-5 di seluruh dunia untuk SDG17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Peringkat ke-9 di seluruh dunia untuk SDG14: Ekosistem Laut

Peringkat ke-10 di seluruh dunia untuk SDG15: Ekosistem Darat

Peringkat ke-15 di seluruh dunia untuk SDG3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Peringkat ke-15 di seluruh dunia untuk SDG11: Kota dan Permukiman Yang Berkelanjutan

Menanggapi capaian ini, Rektor dan Presiden Western Sydney University, Profesor Barney Glover AO menyampaikan bahwa Universitas berkomitmen untuk mengatasi tantangan besar masyarakat dan mendukung dunia yang lebih adil dan setara.

“Ini adalah momen yang sangat membanggakan dalam sejarah Universitas untuk melihat upaya kami yang memimpin sektor untuk mendorong transformasi sosial yang penting diakui,” kata Profesor Glover.

Profesor Glover menjelaskan sebagai lembaga penyangga, di kampusnya tertanam kehidupan ekonomi, budaya, dan sosial di Greater Western Sydney. Wilayah ini merupakan wilayah yang mengalami banyak tantangan keberlanjutan dan ketahanan di abad ke-21, termasuk pertumbuhan perkotaan yang cepat, panas perkotaan, dan ketidaksetaraan yang mengakar.

“Di luar kawasan, banyak program pendidikan dan penelitian kami yang terkemuka di dunia serta kemitraan internasional kolaboratif yang juga membuat dampak signifikan dalam mengurangi ketidaksetaraan dan mengatasi masalah seperti ketahanan pangan dan air di seluruh dunia," ujarnya.

“Keadilan sosial, pendidikan inklusif, mengatasi ketidaksetaraan, pengelolaan dan ketahanan lingkungan – ini semua adalah inti dari misi kami. Kami berkomitmen untuk memberikan tindakan di semua bidang ini dan membina generasi pemimpin pemikiran berikutnya dan masyarakat yang memikirkan kepentingan umum yang dapat memecahkan tantangan kompleks ini," tambah Glover

Western Sydney University mengakui dan menghormati Pemilik Tradisional tanah tempat kampus berdiri – Darug, Wiradjuri, D'harawal, dan Eora Peoples.

Universitas menghargai generasi pengetahuan Penduduk Aborigin dan Penduduk Kepulauan Selat Torres tergabung di dalam Universitas dan menerima jalur adat untuk keberlanjutan dan keanekaragaman hayati unik di wilayah Sydney Barat.

Selain itu, Prof. Glover juga mengungkapkan yang juga berkontribusi pada keberhasilan capaian peringkat adalah adanya strategi dekade Universitas, Keberlanjutan dan Ketahanan 2030, yang menetapkan peta jalan ambisius untuk mengatasi adaptasi dan mitigasi iklim, dan ketidaksetaraan sosial.

Rencana Energi Berkelanjutan Universitas menetapkan target yang berani untuk operasional kampus menggunakan 100 persen energi terbarukan pada tahun 2025 dan menjadi Karbon Netral pada tahun 2030. Universitas telah memantau target-target tersebut menjadi tindakan, dengan pasokan listrik di semua kampusnya sekarang 100 persen Terakreditasi Green Power – empat tahun lebih cepat dari target.

17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB diadopsi oleh PBB pada tahun 2016 dan memberikan kerangka kerja untuk mengembangkan dunia secara berkelanjutan.(Ati)

Credits

Bagikan