UTDI Gelar iSriti, 17 Negara Ikut Serta

user
danar 16 Desember 2021, 17:31 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Peserta yang berasal dari 17 negara mengikuti iSriti (International Seminar on Research of Information Technology and Intelligent Systems) yang digelar Universitas Teknologi Digital Indonesia (UTDI), Kamis (16/12/2021).

Ajang ini merupakan international conference yang didukung IRSI bekerjasama dengan IEEE dimulai sejak 2018 sebagai kelanjutan dari national conference Sriti yang telah berlangsung sejak 2008, dan dimoratorium sementara pada 2017 untuk dipersiapkan menjadi international conference.

Menurut Rektor UTDI, Totok Suprawoto, tujuan seminar ini untuk menyediakan platform bagi akademisi, praktisi, peneliti dan pemerintah untuk mengidentifikasi dan mengeksplorasi masalah, peluang dan solusi yang mempromosikan teknologi informasi dan konvergensi sistem cerdas, pengembangan dan menemukan bisnis baru, teknologi, dan nilai sosial.

"Data science dan machine learning menjadi primadona dalam revolusi industri 4.0. Dari model machine learning inilah akan lahir sebuah terobosan baru bidang teknologi," terang Totok.

Bagi negara-negara maju, mereka sudah memanfaatkan artificial intelligence atau kecerdasan buatan yang dikembangkan dari model machine learning.

"Kita harus bisa memanfaatkan peluang dalam bidang teknologi, terutama tantangan pada Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dimana tantangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) harus dapat terintegrasi dengan sistem secara otomisasi," tegasnya.

Sementara Teguh Wijono Budi Prasetijo, Ketua Yayasan Pendidikan Widya Bakti Yogyakarta, yang menaungi UTDI memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya seminar internasional ini. "iSriti yang digelar ini sebagai upaya para periset UTDI berprestasi di tingkat global," tutup Teguh. (Sal)

Kredit

Bagikan