Mahasiswa KKNT UAA Membuat Program PMT untuk Penanganan Stunting dengan Pelatihan Penanaman Bahan Makanan

user
danar 23 Oktober 2021, 03:10 WIB
untitled

PANDEMI covid-19 yang melanda Indonesia sejak bulan Maret 2020 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan masyarakat, termasuk diantaranya sektor pertanian. Sektor pertanian menjadi sorotan karena berkaitan erat dengan ketahanan pangan nasional. Tentunya pada masa pandemi yang sulit seperti sekarang ini ketahanan pangan menjadi sesuatu yang harus diupayakan dan prioritas untuk menghindar dari krisis pangan yang seakan menghantui Indonesia.

Krisis pangan yang berkepanjangan dapat berdampak buruk terhadap masyarakat baik di bidang pendidikan, pendidikan ekonomi, serta bidang kesehatan terutama yang terkait dengan asupan gizi dan pola makan (stunting). Menurut data world bank tahun 2020 menunjukan bahwa prevalensi stunting di Indonesia berada pada urutan ke-115 dari-151 negara di dunia.

Universitas Alma Ata Yogyakarta sebagai salah satu perguruan tinggi yang sedang berkembang di Yogyakarta merasa prihatin dan terpanggil untuk membantu persoalan-persoalan bangsa yang dihadapi. Sebagai wujud kepedulian tersebut, UAA membuat program Kuliah Kerja Nyata Tematik periode ke-2 dengan tema 'Bersama Mahasiswa Alma Ata Meningkatkan Ketahanan Pangan Masyarakat Dan Mengembangkan Potensi Lokal' dalam memenuhi salah satu tema tersebut Mahasiswa KKNT mengangkat proker ketahanan pangan untuk membantu PMT di posyandu dalam penanganan stunting.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar studinya. Terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih.

Sebagai salah satu upaya dalam menjaga ketahanan pangan, sesuai dengan potensi lokal, Mahasiswa KKNT UAA membuat program kerja dengan penanaman sayur dan apotek hidup. Program tersebut sebagai salah satu cara membantu dalam penanganan stunting melalui program PMT (Pemberian Makanan Tambahan) di posyandu Dusun Kembanggede Guwosari Pajangan Bantul. Program tersebut mahasiswa melibatkan seluruh kader Posyandu dan Pemuda/pemudi Karangtaruna Dusun Kembanggede.

“Program ketahanan pangan yang dilakukan mahasiswa KKNT UAA berupa menanam apotek hidup dan sawi (Brassica rapa L) diharapkan dapat memberi contoh, gambaran, dan semangat warga dusun Kembanggede terutama kader posyandu dalam memberikan PMT kepada anak dengan mengembangkan diversifikasi pangan lokal berbasis kearifan lokal,” ujar Ahmad Yunadi, M.A sebagai DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) kelompok 5 dusun Kembanggede, Guwosari.

PMT merupakan salah satu program posyandu untuk perbaikan gizi masyarakat. PMT yang diberikan saat kegiatan posyandu di Dusun Kembanggede biasanya berupa makanan dengan gizi tinggi. Pemberian makanan tambahan sebagai program intervensi bagi anak untuk meningkatkan status gizi serta memenuhi kebutuhan zat gizi anak agar tercapai kondisi yang baik sesuai dengan umur anak tersebut.

Adapun beberapa tumbuhan-tumbuhan yang menjadi program mahasiwa KKNT dalam usaha membantu pemberian makanan tambahan (PMT) terdiri dari sawi (Brassica rapa L) yang mengandung senyawa anti kanker dan mengandung banyak vitamin mineral. Sawi dapat diolah sebagai makanan sehingga dapat membantu menambah bahan PMT posyandu di Dusun Kembanggede. Selain itu, Mahasiswa KKNT juga menanam apotek hidup sebagai tambahan bahan PMT. Diharapkan program ini memberikan dampak yang lebih baik bagi Dusun Kembanggede khususnya untuk program PMT.(*)

Credits

Bagikan