Soft Launching Lab Terpadu SMA UII, Rempah-rempah Jadi Potensi yang Terlupakan

user
danar 17 Oktober 2021, 16:10 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - SMA UII Yogyakarta melaunching Laboratorium Terpadu Botanical Smartpark di Jalan Pleret, Potorono, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Sabtu (16/10/2021). Dalam momentum tersebut diluncurkan pula e-Learning serta e-Library SMA UII. Adanya Laboratorium Botanical Smartpark, salah satunya mengembangkan potensi rempah-rempah yang dilupakan generasi muda.

Hadir dan memberi sambutan Drs Maman Surakhman MPdI selaku Kepala SMA UII Yogyakarta, Dr Siti Anisah SH MH (Ketua Bidang Pendidikan Yayasan Badan Wakaf/YBW UII), I Nyoman Gunarsa MPsi (Panewu Banguntapan), Ismunardi MM (Kepala Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Bantul). Hadir pula Drs Muqoddim MBA Akt (Pengembangan Usaha YBW UII), Drs Rohmat MPd (Pengawas Pembina SMA UII). Di akhir acara, tamu undangan menanam beberapa pohon di kawasan tersebut secara simbolis.

Menurut Maman Surakhman, soft launching Laboratorium Terpadu Botanical Smarpart, e-Learning, e-Library orientasinya akselerasi pengembangan SMA UII menuju sekolah unggul 2025. "SMA UII menjadi sekolah unggul meluluskan Tahfizh, research dan entreprership," ujarnya.

Ditegaskan Maman Surakhman, pengembangan keunggulan untuk mendukung tercapainya visi sekolah, terbentuknya insan terpercaya, berprestasi dan berbudaya nilai-nilai Islam. "Hal ini sejalan dengan tahapan roadmap transformasi SMA UII menuju sekolah unggul tahun 2025," ucapnya.

Sedangkan Dr Siti Anisah dalam sambutan mengatakan, adanya Roadmap Transformasi SMA UII menuju sekolah unggul. "Kami mengubah diri menjadi yang unggul dan terbaik," katanya.

Dalam sambutan Ismunardi dan I Nyoman Gunarsa mendukung, upaya SMA UII mengembangkan kewirausahaan serta rempah-rempah yang selama ini banyak terlupakan. "Padahal Indonesia dijajah itu karena hasil rempah-rempah," kata Ismunardi.

Jadi kalau SMA UII dengan Laboratorium Terpadu Botanical Smarpark layak didukung. Mengembangkan kembali rempah-rempah potensi yang terlupakan. "Anak-anak generasi sekarang tahunya makanan cepat saji. Kurang tahu, bahkan tidak mengenal rempah-rempah," kata I Nyoman Gunarsa. Rempah-rempah layak dikembangkan membuka potensi ekonomi, termasuk di Kapanewon Banguntapan ada 150 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). (Jay)

Credits

Bagikan