Kemendikbudristek Dukung Kompetisi Vokasi Bidang Pertanian

user
danar 10 Oktober 2021, 19:10 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Inovasi pendidikan vokasi terus digelorakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), salah satunya dengan mendukung Agricultural Innovation Technology Competition (AITEC) yang diselenggarakan di Auditorium Vokasi Politeknik Negeri Jember (Polije), di Jember.

AITEC III 2021 merupakan kompetisi yang telah ketiga kali digelr dan diikuti 19 PTV negeri dan swasta dengan jumlah peserta 327 mahasiswa. Terdapat dua kategori kompetisi seperti sebelumnya, yaitu Kompetisi Inovasi Teknologi Bidang Pertanian dan Kontes Vokasi Bidang Pertanian.

Demikian Direktur Akademik Perguruan Tinggi Vokasi, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Beny Bandanadjaya, dalam siaran persnya, Minggu (10/10/2021).

Mengapresiasi komitmen Polije sebagai tuan rumah AITEC III 2021 di tengah-tengah pandemi Covid-19 yang memerlukan penanganan serius baik dari aspek penganggaran dan disiplin penerapan protokol kesehatan.

“Polije telah berhasil menyelenggarakan gelaran AITEC III 2021 ditengah pandemi Covid-19, yang tentunya tahapan penyelenggaraannya harus tetap mengikuti protokol kesehatan serta tetap menerapkan prinsip-prinsip kompetisi secara adil,” ujar Beny.

Kegiatan AITEC juga bermanfaat sebagai salah satu tolok ukur kompetensi mahasiswa PTV. “Para peserta yang hari ini berkompetisi di Babak Final AITEC III, sejatinya sudah menjadi pemenang serta termasuk mahasiswa yang mempunyai kompetensi unggul,” tutur Beny.

"Kita semua harus memperbanyak kempetisi dalam berbagai bidang disamping untuk menyeleksi kompetensi mahasiswa, akan tetapi juga menguatkan komunikasi dengan dunia industri sehingga akan terjadi simbiosis mutualisme untuk mendukung pembangunan yang semakin kompetitif terutama di era revolusi industry 4.0,” tegas Beny.

Dalam kontes vokasi terdapat tujuh kelompok, meliputi: Teknik Okulasi Tanaman, Teknik Proses Filet Ikan, Teknik Proses Karkas Ayam, Formulasi Pakan Ternak dan Ikan, Gambar Teknik Alat/Komponen Pertanian dengan Autocad, Desain Kemasan Hasil Pertanian dan Produk Olahan Hasil Pertanian dan Penyuluhan Pertanian.

Selanjutnya Direktur Polije, Saiful Anwar, menguraikan sejarah awal AITEC yang digagas Polije pada tahun 2017. “Kami ingin meningkatkan daya saing PTV khususnya di bidang pertanian di kancah nasional dengan menggandeng PTN akademik maupun vokasi,” terang Saiful.

Kategori kontes maupun kompetisi AITEC terdiri dari dua bidang, yaitu Kompetisi Inovasi yang mengolaborasikan semua PTN bidang pertanian serta Kontes Vokasi yang mewadahi khusus PT vokasi.

“AITEC pertama dilaksanakan di Polije, AITEC kedua dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung dan AITEC ketiga kembali Polije ditunjuk sebagai sebagai tuan rumah,” jelas Saiful. Pelaksanaan Kompetisi Vokasi dilaksanakan di Auditorium Vokasi untuk bidang kompetisi inovasi, sedangkan ketujuh cabang Kontes Vokasi dihelat di Gelanggang Olahraga (GOR) Perjuangan 45 Polije.

Politeknik Negeri Jember (Polije) keluar sebagai juara umum pada babak final AITEC (Agricultural Innovation Technology Competition) III 2021 ini. Kemenangan ini diharapkan menjadi tolak ukur kompetensi mahasiswa sekaligus bargaining atau daya tawar perguruan tinggi vokasi dengan industri ataupun para mitra untuk mendukung program link and match.

Polije tampil gemilang dalam babak final dengan meraih tiga medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu. Atas raihan capaian tersebut, Kepala Unit Humas dan Protokol Polije Mahsus Nurmanto, mengungkapkan rasa syukur sekaligus bangga. “Yang pasti ini sebuah kebanggaan bersama,” kata Mahsus.

Kemenangan tersebut, menurut Mahsus sekaligus menjadi spirit bagi Polije untuk meningkatkan kompetensi di bidang pertanian, khususnya bagi mahasiswa yang memang fokus di bidang pertanian. Selain itu, hal tersebut juga dapat membangun opini masyarakat bahwa Polije berkompeten dalam memperkuat bidang pertanian.

Namun, menurut Mahsus yang terpenting dari keberhasilan tersebut adalah bahwa AITEC III menjadi salah satu piranti tolak ukur bagi kompetensi mahasiswa vokasi. Tak hanya menjadi tolak ukur, keberadaan AITEC sekaligus diharapkan bisa menjadi daya tawar untuk membuka atau membangun kemitraan yang lebih luas dengan industri.

Sehingga pada akhirnya dapat mendukung keberhasilan dalam membangun link and match antara industri dan perguruan tinggi vokasi menjadi semakin kuat. “Karena proporsisi lulusan kami selain diharapkan untuk berwirausaha seperti membuat starup, pemasaran untuk lulusan kami juga kan ke industri,” kata Mahsus menambahkan.

AITEC sendiri merupakan lomba yang cukup bergengsi untuk seluruh politeknik negeri dan universitas yang membidangi di bidang pertanian. AITEC III 2021 merupakan gelaran kompetisi ketiga kali sejak 2017 lalu.

Setelah sempat vakum pada 2019 dan 2020 akibat pandemi Covid-19, AITEC kembali digelar tahun ini. Pada AITEC 2021, setidaknya diikuti oleh 19 perguruan tinggi negeri dan swasta, dimana 18nya merupakan perguruan tinggi vokasi. Adapun jumlah peserta mencapai 327 mahasiswa. Di babak awal, seleksi peserta dilakukan secara daring, hingga menyisakan sekitar 15 perserta di babak final yang diselenggarakan secara luring.

Dalam kompetisi tersebut, terdapat dua kategori kompetisi, yaitu Kompetisi Inovasi Teknologi Bidang Pertanian dan Kontes Vokasi Bidang Pertanian. Untuk kontes vokasi bidang pertanian terdiri dari Kontes Teknik Okulasi Tanaman, Kontes Formulasi Pakan Ternak dan Ikan, Kontes Menggambar Teknik Alat/Komponen Pertanian dengan AutoCAD, Kontes Penyuluhan Pertanian, Kontes Desain Kemasan Produk Hasil Pertanian, Kontes Teknik Proses Fillet Ikan dan Kontes Teknik Proses Karkas Ayam.

Pelaksanaan semua cabang AITEC akan diselesaikan sampai sore hari, serta hasil pemenangnya akan diumumkan pada Kamis malamnya dalam acara penutupan AITEC III 2021 yang akan dilaksanakan di Gedung Serbaguna Soetrisno Widjaja.

Turut hadir dalam gelaran AITEC kali ini Dr. Zainal Arif, ST, MT Ketua Forum Direktur Politeknik se Indonesia (FDPNI), Ketua Badan Koordinasi Kemahasiswaan (Bakorma) Iwa Sudrajat, ST, MT, Direktur Politeknik Caltex Riau, Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, para Wakil Direktur bidang Kemahasiswaan dari Politeknik Negeri se Indonesia, yang juga mempunyai agenda sarasehan dengan salah satu agenda menetapkan tuan rumah AITEC tahun mendatang. (Ati)

Credits

Bagikan