Pengabdian Masyarakat UMY Dorong Kader Muda Muhammadiyah Peduli Dagusibu

user
agung 30 Juli 2020, 03:15 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJ.com - Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah diadakan dalam bentuk pelatihan Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang (Dagusibu) selama bulan Maret-Juli 2020. Kegiatan tersebut ditujukan kepada Kader Muda Kesehatan Muhammadiyah se-PDM Sleman.

Kegiatan pelatihan kader dilakukan pada tanggal 15 Maret 2020 ketika masa pembatasan social dinstancing pandemi covid 19 belum diterapkan. Acara diikuti oleh 16 peserta yang berasal dari perwakilan pengurus cabang Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegitan dilaksanakan di Aula Masjid Darussalam, Ngentak, Argorejo, Sedayu, Bantul.

"Pemahaman Dagusibu diperlukan oleh masyarakat untuk mengelola obat secara mandiri agar tujuan pengobatan bisa tercapai dengan baik. Program pelatihan kader kesehatan agar paham Dagusibu sangat efektif untuk mensukseskan program pemerintah GERMAS, gerakan masyarakat sehat," kata Ketua Pengabdian Sabtanti Harimurti MSc PhD dalam siaran pers yang diterima KRjogja.com.

Pelatihan tentang Dagusibu adalah bagian dari program pelatihan yang dikoordinasikan oleh LazizMu Pimpinan Muhammadiyah Sedayu untuk Kader Kesehatan Muhammadiyah daerah Kabupaten Sleman agar bisa merawat masyarakat dengan baik dan benar.

Selama kegiatan pelatihan sehari berlangsung, mahasiswa dan tenaga kependidikan Program Studi Farmasi turut serta memeriahkan dan melancarkan acara. Selingan “Tik Tok” menambah meriah acara semetara pre-test dan post-test dilakanakan untuk mengevaluasi keberhasilan pelatihan.

Di akhir acara semua peserta diberikan sertifikat peserta pelatihan dan bagi 3 terbaik pre-test diberi hadiah hiburan berupa uang sebesar masing-masing Rp. 100 ribu rupiah.  Dalam kondisi wabah Covid-19 saat ini, tentunya pelatihan ini sangat bermanfaat dalam pengelolaan obat dirumah masing-masing mendukung WFH (work from home). Dimana semua anggota keluarga lebih banyak dirumah. Sehingga pengetahuan DAGUSIBU (dapatkan, gunakan, simpan, dan buang) untuk obat-obatan sangat diperlukan agar bisa merawat seluruh anggota keluarga dengan baik dan benar.

Manfaat akan pemahaman Dagusibu dalam mengelola obat dimasa pandemi dilaporkan oleh beberapa kader kesehatan yang telah mendapatkan pelatihan melaui google form yang disebarkan. Mereka menyampaikan bahwa selama masa pandemi tidak mengalami kesulitan dalam mengelola obat.

"Untuk mendukung pemahaman  kami menhibahkan buku panduan tentang DAGUSIBU untuk orang awam dan kader kesehatan serta sebuah kotak obat beserta isinya kepada lazizmu Sedayu pada tanggal 24 Juli 2020," kata Sabtanti Harimurti. (*)

Credits

Bagikan