PKM UMY Bantu Tingkatkan Mutu Tempe Aulia

user
agung 27 Juli 2020, 23:26 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Program Kemitraan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta membantu Tempe Aulia meningkatkan mutunya melalui fermentasi terkendali dan teknik pengemasan serta sertifikasi halal. Pengabdian ini bertujuan mengatasi kegagalan produk tempe karena terjadinya 'orong-orong' atau jamur tempe tidak tumbuh merata.

Ketua Tim PKM, Ir Agung Astuti MSi, sekaligus Dosen Agroteknologi Fakultas Pertanian UMY, mengatakan tujuan dari program pengabdian UMY ini adalah mengatasi problem yang dialami mitra. Karena jamur yang tidak tumbuh merata pada tempe menyebabkan omset usaha menjadi turun.

Kegiatan yang diikuti 15 manajemen dan karyawan Tempe Aulia ini berlangsung Juni-Juli 2020. Selama ini Tempe Aulia dienal sebagai tempe daun di Yogyakarta. Karena ciri khasnya ini, banyak yang menyukai.

"Di musim kemarau seperti sekaran gini, kesulitan mencari daun pisah sebagai pembungkus. Hal ini menganggu proses produksi tempe untuk memenuhi permintaan konsumen," kata Agung Astuti. Sehingga tujuan dari program ini juga metode pengemasan tempe dengan daun yang lebih efisien dan terstandarisasi mutu tempenya.

Agung mengungkapkan, PKM dimulai dengan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk meningkatkan mutu produk Tempe Aulia melalui Fermentasi Terkendali.  Selanjutnya, diadakan pelatihan tentang penggunaan pelindung diri dan cuci tangan sesuai standar WHO, membungkus tempe dengan daun metode segitiga. "Untuk mendukung kegiatan tersebut, Tim Pengabdian UMY menghibahkan peralatan pelindung diri standar pabrik makanan dan alat pengemasan. Dengan hibah peralatan tersebut, karyawati pabrik bisa langsung praktik," kata Agung Astuti.

Produk tempe tersebut kemudian diuji di laboratorium, dan hasilnya menunjukkan kualitas yang sama bagusnya bila dibandingkan dengan produk tempe dengan kemasan segi empat. Selanjutnya Tim Pengabdian UMY melatih karyawati pabrik untuk mengemas tempe segitiga tersebut. Pada kesempatan ini Tim Pengabdian UMY juga memberikan pemahaman akan pentingnya produk tempe terserfikasi HALAL dan dicantumkan pada label kemasan, agar lebih meningkatkan kepercayan konsumen.

"Manajemen memberikan testimoni bahwa merasa sangat terbantu dengan adanya pengabdian dari UMY karena kegagalan produk tempe menurun dan efisiensi daun sekitar 50% dengan metode pembungkusan tempe segitiga," kata Agung Astuti. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran pada karyawan akan kebersihan diri, pentingnya menggunakan pelindung diri sesuai standar perusahaan makanan, kebersihan lingkungan dan pentingnya kebersihan daun.

Melalui pengabdian ini, masalah kegagalan produk tempe dapat teratasi dan khususnya dimusim kemarau tidak ada lagi kendala keterbatasan daun sebagai pembungkus, sehingga produksi meningkat. (*)

Credits

Bagikan