PKM UMY Ajarkan Warung di Pantai Depok Olah Limbah Warung Jadi Pupuk

user
agung 25 Juli 2020, 15:17 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta memberikan pendampingan pada Paguyuban Warung Kuliner 'Mina Bahari 45' di Pantai Depok, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat yang bertujuan memberikan pelatihan pengolahan limbah warung makanan menjadi pupuk.

Kegiatan yang diketuai oleh Dr Susanawati SP MP, beranggotakan Ir Mulyono MP dan Zuhud Rozaki PhD bertujuan mengedukasi dan melatih kelompok warung kuliner Mina Bahari 45 Pantai Depok, Bantul. "Kami memberikan pelatihan bagimana  mengolah limbah warung makanan mereka menjadi pupuk padat dan cair," ujar Susanawati. Kegiatan diikuti tidak kurang dari 30 orang anggota paguyuban.

"Pantai Depok merupakan salah satu pantai yang terkenal di Kabupaten Bantul. Selain keindahan pantai dan pasirnya, disini juga banyak ditemukan warung-warung kuliner yang menjual makanan hasil olahan ikan laut," ujar Susanawati. Dikatakannya, warung-warung tersebut tergabung dalam paguyuban yang diberi nama Mina Bahari 45.

Banyaknya pengunjung di warung-warung tersebut membuat limbah sisa makanan terkumpul banyak.  Biasanya para pemilik warung hanya membuangnya lewat petugas pembuang sampah, limbah tersebut berdampak kurang baik bagi lingkungan. Permasalah limbah warung kuliner tersebut memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi pupuk organik.

Menurut Susanawati, proses pengabdian ini dimulai dengan dilakukannya penyuluhan tentang pentingnya menjaga lingkungan, dan potensi pemanfaatan limbah warung kuliner menjadi pupuk organik. Selanjutnya, dilakukan pelatihan pembuatan pupuk organik padat dan cair menggunakan limbah warung kuliner.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, tim pengabdian UMY juga menghibahkan alat komposter sejumlah 30 buah. Dengan dihibahkannya alat komposter tersebut, anggota kelompok warung kuliner Mina bahari 45 bisa langsung praktek dan memanfaatkan limbah warung kuliner mereka menjadi pupuk organik secara mandiri.

Dengan begitu, penerima manfaat menjadi banyak, dari 30 anggota itu, warung kuliner yang bisa memanfaatkan komposter itu bisa lebih dari 30, karena penempatan komposter itu menyebar ke seluruh wilayah warung kuliner di Pantai Depok, dan satu komposter bisa dimanfaatkan oleh lebih dari satu warung.

Hasil pupuk organik dari limbah warung kuliner tersebut berhasil dibuat, dan diuji di laboratorium, dan hasilnya menunjukkan unsur N (Natrium) yang tinggi yang baik untuk tanaman. Selanjutnya Tim Pengabdian UMY melatih sasaran agar bisa mengemas dan memasarkan pupuk organik yang sudah mereka hasilnya.

Pada kesempatan ini Tim Pengabdian UMY menghibahkan mesin penyegel plastik dan label merek pupuk organik hasil pengabdian ini. "            Harapannya dengan dilakukan pengabdian ini, selain masalah limbah bisa teratasi, juga bisa menambah nilai ekonomi bagi masyarakat sasaran," kata Susanawati. (*)

Credits

Bagikan