Mencari Solusi Terbaik Mendidik Siswa Masa Pandemi

user
ivan 29 Juli 2020, 14:11 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Pembelajaran secara daring yang mewarani dunia pendidikan tanah air pada masa pandemi ini menyisakan banyak kegelisahan masyarakat. Kalangan masyarakat menilai pendidikan jarak jauh (PJJ) tidak efektif bagi siswa, namun tak sedikit pula yang mendukung metode tersebut untuk meminimalisir penularan Covid-19 bagi para pelajar.

Penggiat literasi dan pendidikan, Elly Tumiwa H SST Par mengatakan model pendidikan jarak jauh ini belum sepenuhnya bisa dinikmati pelajar. Pasalnya tak semua orangtua bisa menyediakan ponsel untuk adaknya dalam menunjang tugas-tugas daring, selain itu sulitnya jaringan internet di berbagai daerah juga menjadi kesenjangan tersendiri.

“Harus diakui bersama, ada banyak persoalan muncul di masyarakat terkait pelaksanaan proses belajar mengajar secara daring di tengah pandemi Covid-19 ini,” jelasnya kepada KRJOGJA.com, Rabu (29/07/2020).

Elly yang juga CEO Markom DKG Grup, perusahaan yang mengelola sejumlah museum modern di Indonesia seperti History of Java (HoJ) di Yogya itu menuturkan, memahami karakter psikologis siswa dan pendidiknya agar pola pengajaran jarak jauh yang diberikan dapat tepat guna harus dikedepankan. Permasalahan ini harus dicarikan solusi agar siswa maupun para pendidik dapat nyaman dalam melaksanakan proses belajar mengajar.

Tak hanya itu, pertanyaan yang juga kerap muncul bagaimana pula seorang pendidik harus sigap dan kreatif dalam membuat sebuah virtual classrom yang menarik agar siswa tetap terfokus dan tidak bosan. Selain itu bagaimana pula setiap guru harus tetap semangat menghidupkan kembali nilai luhur Ki Hajar Dewantara untuk berkontribusi di tataran global di era jaman now.

“Kita juga dihadapkan pada persoalan seperti bagaimana praktek cara membuat video pembelajaran singkat yang menarik dengan smartphone untuk siswa. Atau bagaimana praktek cara membuat virtual classroom menjadi hidup dan menarik untuk para pendidik di semua mata pelajaran dengan berbagai contohnya. Seperti kuis, games, teka-teki silang, virtual tour dan lain sebagainya,” kata dia.

Elly pun merujuk sejumlah riset Seperti temuan sumber SDGS 2020 bahwa akibat bencana dunia tersebut penutupan sekolah menghambat akses pendidikan, sehingga sebanyak kurang lebih 1.5 milyar siswa tidak ke sekolah dan kurang lebih hampir 500 juta siswa tidak bisa mengikuti PJJ.

Sumber Statistik Potensi Desa Indonesia 2018 (BPS) mencatat sebanyak 13.720 desa (16.3%) di Indonesia yang masih tidak ada sinyal internet atau sinyal telpon seluler. Beberapa persen desa yang lain masih belum penuh sinyal 3G nya.

Bahkan Kemendikbud RI turut menyatakan bahwa sebanyak 40.779 ( 18%) Sekolah Dasar dan Menengah tidak ada akses internet nya dan sebanyak 7.552 sekolah ( 3%) yang belum terpasang listrik. Statistik Potensi Desa Indonesia BPS 2018 menyebut sebanyak masyarakat di Papua 61.8%, Maluku 58.2% , Sulawesi Barat 39.8%, Kalimantan Utara 49.4% dan masih banyak lagi desa desa di pulau yang lain tidak bisa melakukan PJJ.

Berkaca dari berbagai persoalan itu, Yayasan Dtopeng Kingdom Museum Grup pun menggandeng Mata Rajawali Media Network Surabaya bakal mengadakan webinar dan workshop via zoom skala nasional pada tanggal 7 Agustus 2020 dan 28 Agustus 2020 yang dapat bermanfaat bagi para pendidik di era New Normal dan Edukasi Millenial 4.0 tersebut. Event ini juga diproyeksikan memberikan solusi dari berbagai pertanyaan dan keluhan umum seputar pembelajaran daring.

Kedua even akbar daring tersebut akan digelar via zoom bersama tokoh nasional Dr Seto Mulyadi Psi MSi atau Kak Seto selaku Ketua Umum LPAI dan psikolog anak dan Ibu Weilin Han MSc selaku konsultan Kemendikbud Jakarta dan praktisi pendidikan. Ada pula narasumber lain yakni Reno Halsamer selaku CEO dan Founder DKG Grup dan penggiat pendidikan Dr C Musiana YM Hum selaku founder Komunitas Jelajah Jakarta yang juga pendidik dan penggiat literasi.

Ada pula narasumber lain sebut saja seperti Faisol Hakam selaku Project Director Animator serial TV Jakarta, Mikhael M Khosasih SKom selaku IT consultant DKG Museum Grup dan praktisi multimedia Universitas Surabaya serta Elly Tumiwa H SST Par (CEO Markom DKG Grup-penggiat literasi dan pendidikan yang juga merupakan pakar berpengalaman di bidang edukasi).

Dari even daring tersebut diharapkan sedikit banyak dapat mengurai permasalahan yang ada saat ini di dunia pendidikan tanah air yang sedang krusial. Untuk dapat mengikuti event ini peserta bisa menyambangi www.historyofjavamuseum.com

Diharapkan setelah itu, tidak lagi terlalu banyak teori melainkan lebih banyak contoh yang akan disampaikan oleh para pakar pada saat webinar pelatihan berlangsung juga tips dan beberapa solusi akan dipaparkan di acara tersebut. (*)

Kredit

Bagikan