Anak DIY Harus Punya Identitas dan Karakter

user
danar 29 Juli 2020, 15:41 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Era revolusi industri 4.0 anak-anak DIY harus tumbuh menjadi anak yang religius, disiplin, bekerja keras, dan mau belajar hal-hal baru. Selain itu, anak DIY juga harus selalu kreatif, mandiri, tidak egois dan mau peduli dengan lingkungan sosial, serta memiliki semangat kebangsaan dan cinta tanah air.

"Tema HAN 2020 di DIY adalah ‘Adi Rajasa Bhakti Nagari’. Artinya, membangun identitas dan karakter anak untuk peduli sesama, dermawan, tidak mementingkan diri sendiri, pada pada ketertiban, berekspresi kreatif dalam berbangsa dan bertanah air Indonesia," kata Wakil Gubernur (Wagub) DIY, Paku Alam X dalam acara puncak acara Peringatan Hari Anak Nasional 2020 DIY secara teleconference di Kompleks Kepatihan, baru-baru ini.

Menyikapi tantangan pandemi CoViD-19 di Indonesia, tema Hari Anak Nasional di tingkat pusat tahun 2020 adalah ‘Anak Terlindungi, Indonesia Maju’, dengan tagline ‘Anak Indonesia Gembira di Rumah’.

Paku Alam X menuturkan, kabupaten/kota layak anak selama ini telah menjadi strategi penting bagi visi DIY dalam menyongsong abad Samudera Hindia untuk kemuliaan martabat Yogya. Karena masyarakat Yogya yang bermartabat dibentuk dari anak-anak yang berdaya saing untuk maju, saling toleran, tenggang rasa, santun, menjunjung tinggi kejujuran serta saling berbagi dalam kebersamaan.

Untuk itu Wagub DIY memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung DIY mendapatkan penghargaan sebagai provinsi penggerak kabupaten/kota layak anak dan pembinaan forum anak terbaik. Forum anak merupakan salah satu upaya pemenuhan hak partisipasi anak dan sebagai jembatan antara pemerintah dengan anak.

“Dengan begitu, upaya pembangunan yang telah dilakukan benar-benar dapat mengakomodir kebutuhan dan kepentingan terbaik bagi anak menuju Indonesia layak anak pada 2030 mendatang. Forum anak pun diharapkan dapat berperan aktif sebagai pelopor dan pelapor,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY, Tri Mulyono menyatakan, meski peringatan Hari Anak Nasional 2020 tidak dilakukan seperti biasanya, tetapi semangat terhadap perlindungan anak harus tetap digelorakan.

"Selama pandemi, kami mengintensifkan layanan telepon sahabat keluarga (Tesaga) untuk memberikan layanan konsultasi, hingga upaya penanganan kasus kekerasan pada anak dan perempuan. Selain itu kami juga melakukan kampanye perlindungan anak ke lokasi-lokasi di mana terdapat banyak anak dan orangtua," terangnya.(Ria)

Credits

Bagikan