KKN UMY Kenalkan Pengelolaan Sampah dengan Konsep Sedekah

user
agung 11 Februari 2020, 16:50 WIB
untitled

WONOSOBO, KRJOGJA.com - Tim Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengenalkan pengelolaan sampah dengan konsep sedekah atau shodaqoh sampah. Program ini berlangsung di Dusun Karangsari, Desa Karangsari, Sapuran, Wonosobo.

Menurut Dosen Agribisnis Fakultas Pertanian UMY Dr Aris Slamet Widodo SP MSc mengatakan tujuan dari program ini adalah untuk mengatasi persoalan sampah dan penguatan kelembagaan sosial masyarakat. Kegiatan yang dikoordinir oleh Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M UMY) ini diikuti tidak kurang 70 kader PKK Dusun Karangsari.

"Salah satu tujuannya adalah mengatasi persoalan sampah rumah tangga," kata Aris Slamet Widodo kepada KRjogja.com. Kegiatan diawali dengan penyuluhan kepada kader PKK Dusun Karangsari pada 12 Januari 2020.

Materi yang disampaikan yaitu permasalahan sampah rumah Tangga yang menjadi limbah dan tidak mendapatkan penanganan yg baik akan merusak lingkungan. "Hasil dari pelatihan ini 10 orang kader masyarakat bersedia utk membentuk pengelola shodaqoh sampah," kata Aris.

Materi berikutnya tentang pengelolaan kelembagaan dan alur kerja shodaqoh sampah. Kegiatan dihadiri oleh Kades Karangsari, Camat Sapuran, PKK kecamatan dan desa. Perangkat desa dan organisasi Appel Wonosobo (pegiat Aksi Peduli Lingkungan).

Kegiatan pelantikan ditandai dengan penandatanganan surat komitmen pengelola shodaqoh sampah kepada Kepala Desa Karangsari dan pengharagaan sertifikat kepada pengelola dari Desa Karangsari diketahui Dinas lingkungan hidup Kabupaten Wonosobo.

Salah seorang kaer PKK mengatakan bahwa program ini sudah ditunggu sejak lama. Sehingga kami antusias dan berkomitmen untuk menjalankan program shodaqoh sampah.  Pengelola program shodaqoh sampah terbentuk, kader punya komitmen tinggi. Sehingga program pengabdian berjalan sukses. (*)

Kredit

Bagikan