Perlunya Perdes Kode Etik dan Tertib Penggunaan Air

user
agung 07 Februari 2020, 10:50 WIB
untitled

MAGELANG, KRJOGJA.com - Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di Dusun Petung, Desa Wates, Dukun Magelang membuat program peningkatan kesadaran hukum masyarakat dalam tertib penggunaan tanah dan air. Program ini digelar karena melihat pentingnya lingkungan agar tidak menjadi rusak.

"Kegiatan ini agar penggunaan air dan tanah yang berlebih yang kemudian merusak tidak terjadi. Karena jika penggunaan yang tidak benar maka bisa menimbulkan potensi kerugian sosial, ekonomi dan lingkungan kata Dosen Ilmu Hukum di Fakultas Hukum UMY Sunarno SH MHum PdD kepada KRJogja.com, Kamis (6/02/2020).

Menurut Sunarno, selaku dosen yang menginisiasi progam ini, kegiatan peningkatan kesadaran hukum masyarakat ini diikuti sekitar 30 warga.

Proses kegiatan ini dilakukan dalam 2 tahapan, pertama memberikan pemahaman tentang dasar hukum dan prinsip-prinsip penggunaan tanah dan air. Kedua, workshop pembuatan perdes kode etik dan tertib penggunaan air dan tanah.

Kepala Desa Wates, Sutarno menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas kesadaran hukum masyarakat dalam tertib penggunaan tanah dan air.  Sekaligus mengantisipasi penggunaan tanah dan air yang merusak dan potensi menimbulkan kerugian sosial, ekonomi dan lingkungan.

"Kegiatan ini PPM KKN ini sangat penting bagi masyarakat desa Wates khususnya Dusun petung mengingat kepentingan penggunaan tanah dan air disamping penggunaan yang ada sudah tidak tertib. Di sisi lain potensi risiko sosial ekonomi dan lingkungan yang lebih besar perlu untuk diantisipasi," kata Sunarno. Kegiatan KKN ini merupakan program dari   Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UMY. (*)

Kredit

Bagikan