Agar Sampah Punya Nilai Guna, Tim KKN UMY Beri Penyuluhan di Gunungsaren Lor

user
agung 28 Januari 2020, 23:05 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Sampah menjadi persoalan darurat di Indonesia, termasuk Yogyakarta. Di sisi lain, sampah jika dikelola dengan benar bisa memberikan nilai guna bagi masyarakat.

Hal tersebut menjadi alasan bagi Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melakukan kegiatan di Dusun Gunungsaren Lor, Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan Bantul. Program ini diselenggarakan oleh Dosen Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum UMY Reni Anggriani, Minggu (26/1/2020).

Menurut Reni, kegiatan penyuluhan ini diselenggarakan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat Dusun Gunungsaren Lor supaya mengerti macam-macam sampah. "Selain itu juga untuk  memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk mengelompokkan sampah terlebih dahulu sebelum kemudian membuangnya,” kata Reni melalui keterangan tertulis yang diterima KRjogja.com, Selasa (28/1/2020).

Menurut Reni, melalui penyuluhan pengelolaan sampah, masyarakat bisa memanfaatkan sampah karena memiliki nilai guna. Misalnya saja, sampah dapur rumah tangga bisa jadi pakan ternak, atau kompos. Sampah kertas dapat didaur ulang untuk digunakan kembali.

"Sampah plastik dapat diadikan kerajinan tangan atau minimal dapat dikumpulkan dan dijual kembali,” ucap Reni. Pelatihan sendiri diikuti sekitar 50 anggota PKK dan Dasa Wisma Gunungsaren Lor. Pelatihan juga dihadiri Kepala Dusun Gunungsaren Lor Suwardi.

Penyuluhan ini juga menghadirkan Meitia Dwi Selfiani, pengurus BUM-Des Trimurti, sebagai narasumber. Meitia menyampaikan materi mengenai pembagian sampah berupa sampah organik yang dapat didaur ulang dan sampah anorganik yang tidak dapat didaur ulang.

Peserta sendiri terlihat antusias mengikuti penyuluhan, terbukti dengan banyaknya pertanyaan. Misalnya, ada warga yang bertanya tentang penanganan sampah oleh warga yang tak punya lahan luas. Beberapa warga menanyakan bagaimana dengan sampah yang dikubur.

Meitia Dwi mengatakan sampah bisa dikubur asalkan bukan sampah plastik. Selain itu, sampah sebaiknya jangan dibakar karena asapnya berbahaya bagi kesehatan.

Pengelolaan sampah harus didasarkan pada pengetahun tentang jenis sampah, apakah sampah organik atau anorganik. Dengan mengetahui jenis sampah, warga masyarakat akan memahami cara mengelolanya.

Sampah organik dapat dipakai sebagai pupuk cair, dan sampah anorganik dapat dikelola menjadi barang kerajinan sehingga dapat meningkatkan perekonomian rumah tangga.

Program KKN PPM UMY sendiri dikoordinir oleh  Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UMY. (Apw)

Kredit

Bagikan