Harkitnas, Mahasiswa Budi Luhur Gelar Aksi Damai Tolak Terorisme

user
danar 21 Mei 2018, 13:30 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Ratusan mahasiswa Universitas Budi Luhur melakukan aksi damai untuk mengecam tindakan teror yang terjadi beberapa waktu belakangan Minggu (20/5/2018) malam. Aksi yang berlangsung di depan kampus Universitas Budi Luhur tersebut merupakan aksi nyata dari elemen mahasiswa untuk mengkampanyekan bahaya radikalisme pada khalayak umum sekaligus penolakan paham terorisme.

“Kegiatan ini didukung penuh oleh Polri yang diwakili Aparat Kepolisian dari Polsek Pesanggarahan. Penghargaan pun diberikan kepadaperwakilan Polisi yg hadir sebagai tanda mahasiswamendukung aparat negara dalam memberantasterorisme,” ungkap Zajuli salah satu mahasiswa yang mengikuti aksi damai.

Para peserta aksi membawa data dari Badan Intelijen Negara (BIN) pada tahun 2017, 39 % mahasiswa terkena paham Radikalisme di mana parahnya lagi paham Radikalisme tersebut menyebar di kampus-kampus. Mahasiswa Budi Luhur menilai belum ada upaya konkrit dari pemerintah untuk menangani masalah terorisme dan radikalisme.

"Ini merupakan bentuk respon mahasiswa sebagai Agent of change, kita tidak boleh diam terhadap radikalisme yang mulai masuk kampus. Kami mulai dari dalam dulu, memastikan di Budi Luhur tidak ada paham radikal yang menyebar,” sambung Sisi Reina salah satu mahasiswa Budi Luhur dalam orasinya.

Kepala Pusat Studi Kebudiluhuran (PSBL) Universitas Budi Luhur sekaligus Ketua Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) Dr. Yusran menilai pemerintah harus segera mengesahkan RUU Terorisme agar aparat bisa melakukan pencegahan sehingga tidak menunggu adanya korban kembali jatuh.

“Menurut kami, momen Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ini bisa jadi tonggak penting pemberantasan terorisme. Pemerintah diharapkan segera mengesahkan RUU Terorisme agar aparat kepolisian bisa melakukan upaya pencegahan tindakan teroris yang hari-hari ini menggaet mahasiswa sebagai targetnya,” pungkas Yusran. (Fxh)

Kredit

Bagikan