'Shock Culture' Terjadi Akibat Fenomena Media Baru di Masyarakat

user
danar 17 November 2019, 11:30 WIB
untitled

SOLO, KRJOGJA.com - Dirjen Informasi Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Prof Dr Widodo Muktiyo MCom membuka seluas luasnya bagi warga kampus untuk meneliti fenomena komunikasi media baru. Karena munculnya media baru membuat sebagian masyarakat Indonesia sempat mengalami keterkejutan budaya (shock culture).

"Jadi fenomena itu perlu diteliti dan dipelajari teman-teman yang menggeluti komunikasi. Kami berharap hasil penelitian tidak saja ditumpuk di perpustakaan, tapi bisa diaplikasikan," jelas Prof Widodo disela seminar nasional ilmu sosial dan politik di hotel Sahid Raya Solo, Sabtu (16/11/2019).

Menurutnya, Kemenkominfo sebagai pembuat kebijakan sangat membutuhkan adanya temuan peneliti komunikasi yang bisa dijadikan rujukan. Penelitian diharapkan juga bisa merumuskan antisipasi dampak negatif dari munculnya media baru. Jadi ke depan masyarakat kita dalam memanfaatkan secara benar.

Sementara ini pemanfaat media di dunia virtual masih bervariatif dan ini perlu dipelajari. Ada yang yang menggunakan media untuk membunuh waktu, ada juga yang untuk kepentingan produktif, mencari ilmu. Karena media sudah menjadi kebutuhan, masyarakat harus bisa memanfaatkan secara benar dan produktif. Jangan untuk saling menyerang di media sosial.

"Karena jejak digital tidak hilang. Jadi jangan menyalahgunakan medsos untuk menyerang orang atau pihak yang tidak disukai," tambah Prof Widodo mengingatkan.(Qom)

Kredit

Bagikan