Gandeng UPN Veteran Yogyakarta, Kemenkominfo Tingkatkan Literasi Digital Segmen Pendidikan

user
danar 27 Agustus 2022, 06:30 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) berkolaborasi dengan UPN ‘Veteran’ Yogyakarta (UPNVY) dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bela Negara (PKKBN) bagi Mahasiswa Baru Tahun 2022 untuk melakukan Literasi Digital di segmen pendidikan tingkat perguruan tinggi. Sosialisasi yang digelar pada 13 Agustus 2022 diikuti 5.463 peserta.

Kegiatan kali ini merupakan kolaborasi ketiga antara Kemenkominfo dan UPNVY di Tahun 2022, yang sebelumnya telah menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers (ToT) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang disambut baik oleh UPNVYK dengan adanya Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Rektor UPNVY dan Dirjen Aptika.

Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo Bonifasius Wahyu Pudjianto menjelaskan, Literasi Digital sangat penting bagi semua kalangan masyarakat tanpa terkecuali, utamanya bagi para mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dalam menyambut Era Digital 5.0. “Terdapat tiga tingkat kemampuan Literasi Digital yaitu Basic Digital Skill, Intermediate Digital Skill, dan Advance Digital Skill,” ungkapnya dalam keterangan pers, Jumat (26/8/2022).

Bonifasius menambahkan, dalam rangka menyiapkan SDM Indonesia yang unggul, pemerintah telah memiliki program untuk meningkatkan kemampuan literasi digital di ketiga tingkat tersebut. Pemerintah melalui Kemenkominfo memiliki program Intermediate Digital Skill dan Advance Digital Skill. Kemenkominfo berharap dapat berkontribusi sebesar 200 ribu digital talents atau sepertiga dari target keseluruhan sebesar 600 ribu dengan memberikan fasilitas pelatihan terkait coding, big data, machine learning, artificial intelligence, dan sebagainya.

“Kemenkominfo memberi training di tempat terbaik seperti Facebook, Google, Oracle, dan lain sebagainya,” tambah dia.

Menurut Bonifasius, pemerintah memberikan training selama tiga bulan dan selanjutnya harus melakukan ujian untuk sertifikasi. Selain itu, untuk advanced ditujukan untuk kepala daerah atau pimpinan Lembaga dan perusahaan swasta untuk mengikuti pelatihan terkait digital di berbagai kampus seperti MIT, Cornell, Harvard, Imperial College, Shinwa, Oxford, dan lain-lain. “Jadi pemerintah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat mengamankan dunia digital Indonesia di masa depan.” jelas Bonifasius.

Bonifasius juga menekankan pentingnya etika di dunia digital. Terkait dengan etika, harus memahami dan cermat dalam memanfaatkan media sosial, perhatikan netiket atau internet etiquette. “Etika di dunia nyata dan digital itu sama, jangan melakukan cyberbullying, pencemaran nama baik, dan menyebarkan hal yang tidak baik. Konsekuensi hukum di dunia nyata dan digital itu sama,” tuturnya.

Lebih lanjut Bonifasius menmabahkan, selain melakukan literasi digital kepada masyarakat, pemerintah juga melakukan pembangunan infrastruktur digital agar terjadi pemerataan akses digital, diantaranya dengan meluncurkan meluncurkan Satelit Republik Indonesia (SATRIA) pada tahun 2023. “Pemerintah akan meluncurkan satelit satria di tahun 2023 sehingga diharapkan saudara-saudara di luar pulau Jawa khususnya di bagian pelosok timur dapat memanfaatkan internetnya dengan satelit satria,” jelasnya.

Kolaborasi antara Kemenkominfo dan UPNVY merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi dan diluncurkan oleh Kemenkominfo pada 20 Mei 2021. Program ini dilaksanakan di seluruh provinsi se-Indonesia dengan target 50 juta orang memperoleh literasi tentang teknologi digital pada tahun 2024. Literasi Digital di Sektor Pendidikan merupakan salah satu dari tiga sektor yang menjadi target program Literasi Digital, dimana dua sektor lainnya meliputi sektor masyarakat umum/komunitas dan sektor pemerintahan.(Ati)

Credits

Bagikan