UAD Gelar Webinar Bahas Gaya Hidup Halal dan Sehat

user
danar 21 Agustus 2022, 19:33 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Gaya hidup merupakan cara seseorang menjalani keseharian yang dipengaruhi standar, nilai dan prinsip masing-masing. Saat diadopsi menjadi gaya hidup, standar, nilai dan prinsip menjadi landasan seseorang dalam menjalani hari-hari.

Meski bersumber dari nilai Islam, gaya hidup halal dapat diterapkan siapapun. Pasalnya ajaran Islam memiliki sifat yang universal atau umum. Penerapan pola hidup bersih dan sehat, makan secukupnya dengan tidak berlebihan, senantiasa berbagi dengan sesama serta berpakaian dan berpenampilan sopan menjadi contoh gaya hidup bersumber nilai ajaran Islam yang sesuai fitrah kemanusiaan.

Hal itu menunjukkan gaya hidup halal tidak terbatas untuk orang Islam saja. Namun dapat diterapkan seluruh masyarakat dengan agama apapun.

Hal tersebut yang mengilhami Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyyah Yogyakarta (UMY), Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA), Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM), Forum Mahasiswa Muslim di Taiwan (FORMMIT) mengadakan webinar series dengan tema 'Halal for better quality of life'.

Webinar dibuka Wakil Rektor Akademik Dr Rusydi Umar. Selain itu dihadiri Wakil Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taiwan (KDEI) Zulmartinov. "Industri halal menjadi salah satu kebijakan utama pengembangan ekonomi Indonesia. Webinar ini adalah bagian dari komitmen UAD terhadap permasalahan internasional melalui program Pengabdian Masyarakat Internasional," kata Rusydi.

Program ini diketuai Prof Dr apt Nurkhasanah dengan anggota Dr apt Lalu Muhammad Irham MPharm dan apt Warsi MSc. Kegiatan tersebut melibatkan peserta dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Taiwan, India, Jepang, Yaman dan Hong Kong dan berlangsung dalam empat seri selama bulan Agustus. "Webinar ini diharapkan dapat memberikan pencerahan utamanya bagi muslim yang tinggal di negara minoritas muslim," sambungnya.

Selain itu dalam kesempatan tersebut terungkap penerapan gaya hidup halal sangat penting dan berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia. Taiwan adalah salah satu negeri minoritas muslim. Jumlah muslim di negeri ini sekitar 250.000 jiwa (pekerja migran dan pelajar), dimana mayoritas muslim tersebut diantaranya adalah pendatang dari Indonesia dan Malaysia.

Jumlah penduduk muslim Taiwan sendiri hanya sekitar 60.000 (0,3 persen) penduduk yang sebagian besarnya adalah dari etnis Hui. Salah satu hal yang pasti dirasakan saat berada di suatu negeri yang kaum muslimnya minoritas, tentunya sulit menemukan makanan yang terjamin kehalalannya. Makanan halal merupakan hal yang sangat penting bagi seorang muslim. Hal ini karena mengkonsumsi makanan halal adalah bagian dari kesempurnaan islam seseorang. Pemahaman dan kemampuan muslim dalam memilih produk-produk yang halal perlu terus ditingkatkan, karena terbatasnya jumlah produk halal yang tersedia. (Feb)

Credits

Bagikan