KKNT Kelompok 18 UAA Gencarkan Pemilahan Sampah dan Pemanfaatan Limbah RT

user
danar 02 Agustus 2022, 01:10 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Sampah kerap menjadi permasalahan di Dusun Panjangan, Kelurahan Sendangsari, Kabupaten Bantul. Permasalahan terkait sampah antara lain semakin banyaknya limbah sampah yang dihasilkan masyarakat dengan tidak memerhatikan pemilahan sampah terlebih dahulu. Agar terwujud program pemerintah 'Bantul Bebas Sampah 2025' mahasiswa KKN-T Kelompok 18 Periode Ketiga Universitas Alma Ata (UAA) bersama pengurus Bank Sampah Moro Resik di Dusun Panjangan yang diketuai Heri Setiawan bersinergi dalam pemilahan sampah melalui kegiatan bank sampah yang dilakukan setiap minggu pertama dan minggu ketiga yang bertempat di RT 05.

Kegiatan ini meliputi melakukan pemilahan sampah limbah rumah tangga (RT)  untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolahan sampah limbah rumah tangga. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pengepul sampah. Bank sampah dikelolah oleh pengelola serta masyarakat setempat.

“Mengapa melakukan kegiatan pemilahan sampah di Bank Sampah Moro Resik? Karena untuk membuat lingkungan menjadi lebih bersih dan menyadarkan masyarakat supaya bersahabat dengan sampah. Kami juga ingin menanamkan pentingnya kebersihan dan membuat sampah yang mempunyai nilai jual,” ujar Aida Hayani, MP.d. Selaku Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) UAA yang juga merupakan sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Bank sampah di Padukuhan Panjangan dapat berdiri karena adanya keperdulian masyarakat terhadap lingkungan hidup yang semakin lama semakin di penuhi dengan sampah organik maupun sampah anorganik. Sampah organik dikatakan sampah yang berasal dari sisa mahluk hidup yang dapat diurai dan sampah organik juga termasuk sampah ramah lingkungan yang terdiri dari, sisa sayuran, sisa-sisa makanan, kotoran hewan, dedaunan, tulang ikan.

Adapaun manfaat dari sampah organik di Padukuhan Panjangan yaitu untuk pembuatan ECO ENZYM dengan menggunakan sisa buah-buahan, sayuran dan tambahan molase yang terbuat dari tetesan tebu, yang di fermentasi selama 3 bulan, yang bermanfaat antara lain, membersihkan tubuh, detox tubuh, mengatasi berbagai luka, mengatasi berbagai penyakit kulit, sebagai sanitizer, mengurangi radiasi elektromagnetik.

Sementara sampah anorganik merupakan sampah yang sulit terurai, yang terdiri dari plastik, steroform, botol, kaleng minuman, kaca, besi, sampah organik dapat didaur ulang dan bisa di manfaatkan kembali. Sampah anorganik di Padukuhan Panjangan tidak di daur ulang. Tetapi masyarakat langsung memilah dan memilih di bank sampah kemudian di setorkan ke pengupul sampah, hasil dari penjualan tersebut di bagikan ke masyarakat yang telah mengumpulkan sampah.(*)

Kredit

Bagikan