Bapak Ini Ambil Ijazah di Wisuda Putrinya yang Sudah Meninggal Dunia

user
danar 20 Juli 2022, 16:51 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Rosewarza (59), hadir ke Wisuda UGM di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Rabu (20/7/2022). Ia hadir bersama sang istri, Anizar dan puteri bungsunya, melewati seluruh prosesi wisuda dengan hati yang berkecamuk.

Betapa tidak, keluarga itu hadir mewakili puteri kedua, mahasiswa Magister Administrasi Publik Fisipol UGM, Reni Sabrina yang telah meninggal dunia 7 Juni 2022 lalu akibat penyakit ginjal. Rosewarza menerima langsung ijasah Reni dari Rektor UGM, Prof Ova Emilia yang mendatangi kursi keluarga.

Anizar yang mendamping sang suami pun menahan isak tangis saat ijasah diserahkan. Sejenak keluarga itu terhanyut, atas segala hal yang sudah dilewati, bahkan saat Reni yang tak diketahuinya sakit ginjal akhirnya harus menutup mata mendahului mereka.

Rosewarza mengungkapkan, bahwa keluarga tidak tahu jika almarhumah Reni mengalami sakit ginjal parah selama berkuliah di UGM dua tahun terakhir. Meski sempat mengeluh sakit, Reni mengaku hanya sakit ringan dan selalu mengatakan tak perlu dikhawatirkan.

“Meninggalnya Selasa 7 Juni 2022, jam 8.28 di RSU Jamil Padang. Sakit ginjal. Kuliah sakit tapi gak parah. Tapi ya itu namanya ajal, Tuhan menjemput, jadi kita relakan,” ungkap Pengawas SMA di Riau itu.

Almarhumah Reni sempat pulang ke Riau pada Lebaran Idul Fitri tahun ini paska menyelesaikan tesisnya. Lulusan Universitas Riau tersebut mengalami sakit sejak berada di rumah dan dirawat 10 hari sebelum akhirnya meninggal dunia.

Saat di rawat di RS Ibnu Sina Payakumbuh dan ketahuan kalau Reni mengalami gagal ginjal, maka ia dirujuk ke RSU Jamil Padang tiga hari sebelum meninggal. “Reni semangat tinggi menuntut ilmu sampai lupa dengan segalanya. Itu dia menyelesaikan tesis dengan sakit. Nanti kalau sudah selesai boleh pulang. Kita berobat biar lebih sehat katanya sebelum meninggal,” kenang Rosewarza.

Almarhumah Reni diceritakan Rosewarza sangat bersemangat ketika melanjutkan pendidikan S2 di UGM setelah bekerja satu tahun di Riau. Bahkan ia masih memiliki mimpi untuk melanjutkan pendidikan S3 di Australia meski akhirnta takdir berkata lain.

Keluarga almarhumah Reni sebelumnya tidak mengetahui jadwal wisuda di UGM. Sang adik baru mengetahui pemberitahuan wisuda, tiga hari paska kepergian Reni ketika membuka laptop almarhumah.

“Senin (18/07/2022) akhirnya kami ke Jogja untuk mempersiapkan wisuda Reni di sini, karena kebetulan waktu anak saya meninggal, kami tidak dapat berinformasi dengan UGM. Inilah takdir Tuhan, kami harus menerimanya dengan ikhlas,” pungkas Rosewarza. (Fxh)

Kredit

Bagikan