Riset Group Agribisnis Berkelanjutan UNS Lakukan Pendampingan UMKM Makanan Khas Tawangmangu

user
danar 20 Juli 2022, 10:10 WIB
untitled

SOLO, KRJOGJA.com - Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memiliki peran yang signifikan dan strategis bagi perekonomian Indonesia. Sebagaimana air bag pada kendaraan roda empat, keberadaan sektor ini mampu menjaga keselamatan negara di tengah hantaman krisis ekonomi. Pada saat krisis ekonomi keberadaan UKM terbukti mampu bertahan bahkan berperan menjadi motor penggerak perekonomian.

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi bagian penting dari sistem perekonomian nasional dalam mempercepat pemerataan partumbuhan ekonomi melalui penyediaan lapangan usaha dan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta berperan dalam meningkatkan perolehan devisa dan memperkokoh struktur ekonomi nasional. Di Indonesia, jumlah UMKM lebih mendominasi dibanding perusahan besar. UMKM yang berkembang di Indonesia tersebar dalam berbagai sektor, salah satu diantaranya dan jumlahnya sangat banyak adalah UMKM pangan.

Salah satu UMKM Pangan yang berkembang dengan baik adalah UMKM Akar Mulya yang beralamat di Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar. UMKM Akar Mulya merupakan UMKM yang beranggotakan para pengrajin makanan ringan khas Tawangmangu berbahan dasar pisang dan ubi. Jenis makanan ringan yang dihasilkan adalah ceriping pisang, ceriping ubi ungu dan grubi. Produk ini dibuat karena pisang dan ubi adalah komoditas pertanian yang banyak dihasilkan di Tawangmangu. Tanpa pengolahan lebih lanjut, nilai jual pisang dan ubi sangat rendah. Untuk meningkatkan nilai jual dari ubi dan pisang, kedua bahan baku ini harus diolah lebih lanjut menjadi cemilan yang akhirnya menjadi makanan khas Tawangmangu.

Pemasaran cemilan khas Tawangmangu ini telah tersebar ke berbagai kota, karena produk dijual dalam bentuk curah dan party besar. Walau berkembang dengan baik, dalam melakukan usahanya,UMKM Akar Mulya ternyata masih menghadapi berbagai masalah. Masalah utama yang dihadapi adalah masalah pemasaran terkait persaingan harga dan naiknya harga bahan baku. Beberapa pesaing menggunakan strategi harga rendah yang sulit diimbangi oleh UMKM Akar Mulya.

"Selain pemasaran, masalah administrasi seperti pengurusan PIRT online dan keuangan usaha yang belum dibukukan dengan benar juga merupakan masalah yang dihadapi UMKM Akar Mulya. Untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi anggota UMKM Akar Mulya, Riset Gropu Agribisnis Berkelanjutan Universitas Sebelas Maret (UNS) berusaha memberikan solusi," ujar Prof. Dr. Endang Siti Rahayu, MS, Ketua Riset Group Agribisnis Berkelanjutan UNS, Jumat (17/6/2022) .

Dengan didukung anggota tim dengan keahlian yang beragam seperti Dr. Ir. Heru Irianto pakar dalam pemasaran dan pendampingan UMKM, Mei Tri Sundari, SP, MSi pakar di bidang akuntansi, Dr. Ir. Sugiharti Mulya Handayani, MP, Setyowati, SP, MP dan Fanny Widadie, SP, MAgr yang konsentrasi dalam mendalami masalah pemasaran dan kewirausahaan, diharapkan permasalahan anggota UMKM Akar Mulya dapat diatasi. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan di rumah ketua UMKM Akar Mulya, permasalahan-permasalahan yang muncul diberikan jalan keluarnya. Selain memberikan solusi terkait permasalahan yang dihadapi di dalam mengembangkan usahanya, kepada anggota UMKM Akar Mulya yang hadir dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat juga diberikan 'role game' yang memberikan pemahaman kepada semua anggota bagaimana cara memperkuat organisasi mencapai tujuan.

Melengkapi kegiatan Pengabdian Masyarakat, untuk mengukur kemanfaatan kegiatan Pengabdian Masyarakat, di akhir kegiatan dilakukan evaluasi dengan membagikan kuesioner kepada peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 100 persen anggota UMKM Akar Mulya yang hadir merasa senang, puas dan mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan Pengabdian Masyarakat. Selain memberikan tanggapan terkait kegiatan Pengabdian Masyarakat yang sudah dilakukan, seluruh peserta menginginkan ada kegiatan pengabdian lagi. Terkait materi yang diinginkan, 50 persen peserta menginginkan materi pemasaran, 30 persen peserta menginginkan materi pembukuan dan sisanya menginginkan materi produksi dan penguatan organisasi. Berdasarkan hasil evaluasi ini dapat disusun perencanaan untuk kegiatan pengabdian di waktu-waktu yang akan datang.(*)

Kredit

Bagikan