Ingin Penelitian Dikenal Dunia, UMY-Dirjen Dikti Kolaborasi Tingkatkan Reputasi Internasional Jurnal Ilmiah Indonesia

user
Ary B Prass 20 Juli 2022, 10:27 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui Lembaga Riset dan Inovasi-UMY berkolaborasi bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi melalui Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat menggelar Workshop Jurnal Menuju Terindeks Internasional Bereputasi 2022, 19-20 Juli.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan reputasi jurnal-jurnal ilmiah Indonesia di kancah internasional.

Workshop digelar selama dua hari, Selasa -Rabu 19-20 Juli 2022, mengambil tempat di Grand Zuri Malioboro.

Workshop hari pertama dibuka secara resmi oleh Plt Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat; Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi; Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Prof Teuku Faisal Fathani.

Faisal mengatakan bahwa jurnal ilmiah bereputasi internasional sangat penting agar penelitian-penelitian dari Indonesia diakui secara global.

“Jurnal penelitian dari Indonesia nantinya dikelola secara terbuka dengan melibatkan dewan penyunting dari berbagai negara. Inilah mengapa kami terus mendorong agar jurnal ilmiah kita bereputasi internasional,” ungkap Faisal pada wartawan.

Kegiatan yang dihadiri Rektor UMY, Prof Gunawan Budiyanto, Kepala Lembaga Riset dan Inovasi-UMY Prof Dyah Mutiarin dan Yoga Dwi Arianda, Kepala Seksi Jurnal Ilmiah Nasional ini membahas hal-hal menarik selama dua hari ini.

Beberapa pemateri hadir seperti Prof Komang Gede Wiryawan, Eko Didik Widianto, Dr Parmin dan Yoris Adi Maretta.

Dr Parmin, membahas detail apa yang dimaksud dengan pengertian jurnal ilmiah bereputasi internasional yang ternyata karya ilmiah yang dikelola secara terbuka dengan melibatkan dewan penyunting dari berbagai negara.

Selanjutnya menurut dia, penilaian naskah jurnal menggunakan sistem penelaahan oleh mitra bestari internasional secara anonim (single blind atau double blind), serta penulisnya merupakan pakar yang berspesialisasi dalam bidangnya dari berbagai negara dan ditulis dalam bahasa resmi PBB.

“Jurnal ilmiah bereputasi internasional bertujuan untuk mendiseminasikan hasil penelitian secara global, sehingga diakui di tingkat internasional yang berdampak pada peningkatan jumlah sitasi artikel dan jurnal. Hal tersebut ditandai dengan diterimanya jurnal oleh lembaga pengindeks yang diakui secara internasional,” ungkap Parmin.

Sementara dalam workshop dua hari, terdapat 40 jurnal nasional yang berpartisipasi yakni Academy of Education Journal, Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies, agriTECH, AL-TANZIM: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, English Language Teaching Educational Journal, EPI International Journal of Engineering, Epidemiology and Society Health Review (ESHR), IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems), IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices), Indonesian Journal of Economics, Social and Humanities dan banyak lagi.

Kepala Lembaga Riset dan Inovasi-UMY Prof Dyah Mutiarin menambahkan, peluang Indonesia untuk dikenal luas di kancah internasional masih terbuka lebar, meski kerap terdengar pernyataan masih sedikit sekali jurnal ilmiah Indonesia yang bereputasi internasional.

Diakuinya, hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti Indonesia kurang dikenal dunia internasional.

“Nah, dari 40 jurnal yang diundang di kegiatan ini, cukup banyak yang sudah menjalankan proses pengelolaan berstandar internasional dan tinggal selangkah lagi menuju jurnal bereputasi internasional. Ini mengapa kita harys optimis, bahwa penelitian Indonesia bisa lebih maju dan dikenal dunia internasional,” pungkasnya ketika berbincang, Rabu (20/7/2022). (Fxh)

Kredit

Bagikan