Agar PMK Tak Meluas, Mobilitas Ternak Perlu Dibatasi

user
danar 18 Juli 2022, 13:30 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Penularan wabah penyakit mulut dan kaki (PMK) ternak yang sangat cepat, bahkan mengakibatkan 60 Kapanewon di DIY dinyatakan sebagai zona merah membutuhkan penanganan segera. Oleh karena itu, supaya penyebaran PMK tak meluas, pemerintah harus benar-benar ketat dan membatasi mobilitas hewan ternak antar daerah. Dengan cara itu penularan diharapkan bisa dikendalikan.

"Status siaga darurat PMK di DIY harus menjadi evaluasi dan perhatian bersama. Semua pihak harus proaktif dan memiliki kesamaan dalam mengatasi PMK. Seandainya sudah diputuskan untuk melakukan lockdown, termasuk untuk pasar hewan, jangan ada yang membebaskan lalu lintas ternak. Saya kira kejadian kemarin harus dijadikan perhatian, supaya tidak terulang lagi," kata Dosen Fakultas Peternakan UGM, Nanung Danardono PhD, Minggu (17/7/2022).

Nanung Danardono mengatakan, selain pembatasan mobilitas ternak, percepatan vaksinasi PMK harus digencarkan. Untuk itu pihaknya berharap vaksin PMK yang sudah diterima Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY segera didistribusikan kepada para peternak untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar.

Seandainya vaksinasi PMK untuk sapi perah sudah selesai, alangkah baiknya sapi produktif yang masih sehat perlu menjadi prioritas. Semua itu perlu dilakukan supaya populasi ternak tidak menurun signifikan.

"Penularan virus PMK cepat sekali, saat Idul Adha kemarin daging kurban dianjurkan untuk direbus terlebih dahulu, sebelum dimasak. Penyebaran wabah PMK yang sangat cepat perlu menjadi evaluasi bersama. Kalau hal itu tidak dilakukan saya khawatir, rakyat kecil (peternak) menjadi korban," terangnya.

Menurut Nanung, PMK adalah penyakit hewan yang cepat menular. Tidak mengherankan jika saat ini ternak di sejumlah daerah kasusnya mengalami kenaikan cukup banyak. Karena seperti yang diketahui bersama PMK disebabkan virus tipe A (dari Family Picornaviridae dan Genus Aptho-virus) yang sangat mematikan.

"PMK sangat menular dari ternak ke ternak. Kika di satu kandang ada ternak yang terkena PMK, ternak yang lain berpotensi tertular," ujarnya.(Ria)

Credits

Bagikan