FEB UAD Selenggarakan International Guest Lecture Era Disrupsi Teknologi Milikilah Kemampuan Adaptasi

user
Ary B Prass 17 Juli 2022, 12:07 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Media sosial menjadi salah satu teknologi yang kontradiksi/kontradiktif. Satu sisi membawa berlimpah muatan informasi dan ilmu pengetahuan.

Satu sisi media sosial juga bisa menjadi limbah. Untuk itu pengguna media sosial harus mampu mendorong kebaikan, kemajuan  untuk proses pembelajaran, improvisasi, kompetisi.

Dalam era disrupsi teknologi milikilah kemampuan adaptasi.

Demikian diungkapkan Dr Rodrigo Martin Rojas dari Universidad de Granada Spain/Spanyol dalam International Guest Lecture yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di kampus 4 Ringroad Selatan Bantul, Jumat (15/07/2022) lalu.

Kuliah umum Internasional  dimoderatori Dr Ema Nurmaya (dosen FEB-UAD). Kuliah tamu internasional memilih tema 'Creating an Innovative Entrepreneurship in The Disruptive Technology Era: Challenges and Opportunies'.

Kuliah umum internasional diberi pengantar dan dibuka oleh Dr Salamatun Asakdiyah MSi selaku Dekan FEB-UAD.

"Era disrupsi teknologi, kewirausahan atau kewiraswastaan harus memiliki kreasi dan inovasi  sekaligus peluang dan tantangan," ujar Salamatun Asakdiyah.

Sebagaimana kewiraswastaan adalah proses mengindentifikasi, mengembangkan dan membawa visi ke dalam kehidupan.

Visi itu bisa berupa ide, inovasi, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu.

Salamatun Asakdiyah berharap, dari forum bertaraf internasional ini bisa dipetik pembelajaran dan memberi wawasan inovatif di era disrupsi teknologi.

Sedangkan Dr Rodrigo MR dalam paparannya banyak mengupas, teori, hipotesis, metodologi, hasil serta solusi bagaimana menggunakan media sosial di era disrupsi teknologi.

"Kemampuan memilih dan memilah informasi secara nalar dan kritis menjadi solusi terbaik. Caranya cari referensi yang berbasis data. Data valid yang bisa dipertanggungjawabkan." katanya.

Pada bagian disebutkan, era disrupsi teknologi harus memiliki Learning Capability yakni kemampuan belajar untuk praktek manajemen, struktur, sistem dan prosedur.

Selain itu, Competitive Advantage yakni keunggulan kompetitif, baik secara individu maupun organisasi. "Satu lagi behavior alias perilaku adaptatif teknologi digital agar tidak tertinggal," tandasnya. (Jay)

Credits

Bagikan