Tumbuhkan Kesadaran Pengelolaan Sampah Organik, KKN UAD Gelar Sosialisasi di Dusun Sumber Batikan

user
danar 06 September 2022, 01:10 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menerjunkan mahasiswa yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode 96 pada awal bulan Agustus lalu. Melalui program KKN Reguler ini, UAD bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bantul untuk mendukung Program Bupati Bantul yaitu 'Bantul Bersama, Bantul Bersih Sampah 2025'. Hal ini berkaitan dengan keadaan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Regional Piyungan. Saat ini diperkirakan rata-rata total sampah yang dibuang ke TPA Piyungan adalah sebesar 270 ton setiap harinya dan bisa meningkat hingga 300 ton jika turun hujan karena sampah akan menjadi lebih berat.

Dusun Sumber Batikan, Kalurahan Trirenggo, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul menjadi salah satu lokasi ditempatkannya mahasiswa KKN Reguler UAD, yaitu kelompok II.B.I. Kelompok tersebut beranggotakan Amin Taufik, Moh. Andrey, Arief Budiyanto, Teddy Pramudia, Indi Deli, Natasya Febrianti, Findy Apriviana, Rana Adhelia, Anasthasya Rahmawati, Lu Zhen Jie, dan Luo Ganyu dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Laga Adhi Dharma, S.S., M.A.

Tumbuhkan Kesadaran Pengelolaan Sampah Organik, KKN UAD Gelar Sosialisasi di Dusun Sumber Batikan

Kelompok KKN ini menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah dengan media Ember Tumpuk dan Loseda pada hari Rabu (31/08/2022). Kegiatan ini diikuti oleh warga Dusun Sumber Batikan yang meliputi bapak-bapak, ibu-ibu, dan pemuda pemudi di dusun setempat. Pemateri dalam kegiatan ini adalah Ahmad Syahid dan Mas M. Isnandar dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Sebagian besar sampah yang dihasilkan itu adalah sampah organik. Maka dari itu, kegiatan sosialisasi pemilahan sampah organik dan anorganik sangat penting untuk dilakukan. Sampah organik sendiri dapat diubah menjadi kompos dan sampah anorganik bisa didaur ulang kembali menjadi barang yang dapat digunakan lagi. Pengelolaan sampah organik sangatlah mudah untuk dilakukan dengan memanfaatkan sisa sampah dapur rumah tangga,” ujar Amin Taufik selaku ketua KKN Unit II.B.I.

Sisa sampah dapur yang kemudian dimasukkan ke dalam ember bagian atas yang sudah dibuat sedemikian rupa menjadi ember tumpuk. Ember tumpuk ini menjadi media pengolah sampah dengan bantuan maggot yang akan memproses pengomposan dari sampah organik tersebut. Selama dua bulan, bagian ember bawah akan menghasilkan air lindi (Pupuk Organik Cair/POC) dan dijemur selama kurang lebih tiga minggu yang nantinya siap digunakan sebagai pupuk organik cair.

Kemudian losida, losida sendiri merupakan sebuah pipa dengan panjang 120 cm yang dipakai untuk wadah membuang sampah sisa dapur. Sampah organik tersebut kemudian disiram campuran air cucian beras dan gula merah yang fungsinya sebagai pemercepat pembusukan. Setelah kurang lebih 14 hari atau lebih, isi losida dapat diambil dan dijadikan kompos untuk meggemburkan tanah dan tanaman.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini, diharapkan dapat bermanfaat bagi warga setempat untuk melakukan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga sehingga dapat mengurangi penumpukan sampah di TPA.(*)

Credits

Bagikan