Mahasiswa Fikes UNRIYO Dilatih Siap Siaga Hadapi Bencana

user
ivan 01 September 2022, 09:18 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Simulasi penanganan korban bencana alam menjadi bagian dalam Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang dilaksanakan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO), Kamis (01/09/2022). Mahasiswa baru diajak untuk mengenal dan memahami apa saja yang harus dilakukan sebagai tindakan pertama dalam menangani korban bencan alam.

Simulasi yang diikuti 534 mahasiswa baru ini dilaksanakan di kampus 2 UNRIYO Jalan Tajem Maguwoharjo Depok Sleman. Bertindak sebagai petugas rescue yakni para mahasiswa yang tergabung dalam Emergency Nursing Team (ENT).

Simulasi mencaritakan tentang peristiwa bencana alam gempa bumi yang terjadi di kawasan Maguwoharjo dan menelan banyak korban jiwa. Begitu mendapat informasi kejadian, tim ENT bergegas menuju lokasi untuk secepat mungkin memberikan pertolongan pertama.

Warga yang tertimpa reruntuhan bangunan segera dievakuasi, begitu pula para korban luka langsung diberi tindakan. Tak ketinggalan anggota tim ENT secara sigap memadamkan titik-titik api yang terjadi akibat dari bencana alam gempa bumi tersebut.

Wakil Dekan Fikes UNRIYO, Nur Alvira Pascawati, SKM, MPH mengatakan menangani kebencanaan menjadi salah satu visi dan misi yang diusung selama ini. Dengan demikian para mahasiswa dituntut untuk mengetahui dan terampil dalam menghadapi serta menanganani kebencanaan.

“Karena kita tahu yang namanya bencana, korbannya selalu berkaitan dengan masalah kesehatan. Keselamatan dan kasehatan diutamakan saat menangani bencana agar korban tidak bertambah banyak,” kata Nur Alvira Pascawati disela kegiatan.

Wilayah DIY yang sangat berpotensi munculnya berbagai bencana alam menuntut kesiapsiagaan masyarakat untuk menghadapinya, tak terkecuali para mahasiswa. Disaat itulah para mahasiswa Fikes UNRIYO dapat mengambil peran dan menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan untuk membantu para korban.

“Mahasiswa Prodi Gizi misalnya, dapat mempelajari bagaimana membuat dapur darurat dalam penanganan bencana. Bagi mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat, mereka akan tahu bagaimana nanti membuat barak pengungsian tetap sehat tanpa berpotensi menularkan penyakit,” imbuhnya.

Nur Alvira Pascawati berharap Fikes UNRIYO dapat menjadi laboratorium rujukan dalam penanganan bencana alam. Dengan simulasi dan pengenalan penanganan bencana ini para mahasis baru diharapkan nantinya dapat menjadi penggerak di tengah masyarakat ketika terjadi situasi bencana yang sungguhnya.

“Kita sebagai bagian dari tenaga kesehatan harus bisa berkontribusi dalam penanganannya, biak sebelum bencana, saat bencana maupun pasca bencana. Jadi, lulusan Fikes UNRIYO harus memiliki kemampuan lebih dalam hal kebencanaan dibanding lulusan fakultas kesehatan kampus lain,” tegasnya.

Wujud nyata perhatian Fikes UNRIYO tentang penanganan kebencanaan yakni dengan dibentuknya Tim ENT sejak tahun 2018 silam. Kiprah para mahasiswa yang tergabng dalam tim ini cukup membanggakan, diantaranya mereka pernah diterjunkan saat bencana gempa bumi di Palu tahun 2018, tsunami di Lombok tahun 2018 maupun bencana alam di wilayah DIY dan sekitarnya.

Sementara itu mahasiswa baru asal Kalimantan Barat, Fandi Wijaya mengaku bangga bisa berkuliah di Fikes UNRIYO. Simulasi ini menurutnya sangat membantu sehingga ia dan para mahasiswa baru lainnya mendapat gambaran tentang apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana alam.

“Sebelumnya belum pernah mendapat pengetahuan seperti ini di sekolah, mengingat di Kalimantan jarang terjadi bencana alam. Sangat membantu khususnya kita yang belum tahu penanganan pertama saat bencana itu seperti apa,” kata mahasiswa Fikes UNRIYO yang mengambil jurusan Program Sarjana Keperawatan tersebut. (*)

Credits

Bagikan