Peneliti Indonesia dan Australia Temukan Fosil Bukti Amputasi Tubuh Manusia

user
danar 12 September 2022, 02:10 WIB
untitled

AUSTRALIA, KRJOGJA.com - Terkuak, amputasi pada tubuh manusia ternyata pernah dilakukan 31 ribu tahun lalu. Hal itu diketahui dari temuan sebuah fosil dalam penggalian arkeologi di Kalimantan Timur.

Mengutip ABC Australia, Minggu (11/9/2022), temuan itu memberikan bukti jika amputasi pada tubuh manusia pernah dilakukan 31 ribu tahun lalu.

Fosil manusia tersebut tidak memiliki bagian bawah di kaki kirinya, yang menunjukkan sudah dipotong dengan alat tajam dari batu ketika masih kanak-kanak.

Hasil pengecekan menunjukkan fosil tersebut berusia 31 ribu tahun, 20 ribu tahun lebih tua dibandingkan amputasi tulang yang pernah ditemukan sebelumnya di Prancis.

Temuan lainnya adalah, fosil manusia yang ditemukan di gua di Kalimantan Timur tersebut tidak meninggal setelah menjalani operasi, malah ia bertahan hidup sampai 10 tahun sebelumnya.

Penemuan fosil tersebut dipublikasikan di jurnal Nature yang terbit Kamis 8 September.

Tim Maloney arkeolog dari Griffith University di Queensland, salah seorang penulis laporan, mengatakan amputasi yang berhasil dilakukan tersebut menunjukkan nenek moyang kita, paling tidak yang hidup di Kalimantan, sudah mengerti konsep medis yang kompleks ketika itu.

"Tidak saja operasi dan kompleksnya memisahkan tulang kaki bagian bawah seorang anak, namun juga ada bukti mereka mengerti mengenai bagaimana mencegah terjadinya infeksi sehingga memungkinkan pasien tetap bertahan hidup," kata Dr Maloney.

Ia menambahkan kemampuan anak tersebut untuk mampu bertahan hidup sampai menjelang dewasa, menunjukkan adanya perawatan setelah operasi serta dukungan lainnya untuk bisa hidup di daerah pegunungan tersebut.

"Orang ini sangat dihargai di komunitasnya. Kecil kemungkinan dia bisa bertahan hidup tanpa perawatan yang bagus dari komunitasnya."

Penggalian di Liang Tebo ini, Kalimantan Timur ini adalah bagian kerja sama tim peneliti dari Griffitth University, Australia dan Pusat Arkeologi Nasional Indonesia.

Seperti banyak gua lainnya di kawasan pegunungan terpencil tersebut, banyak ditemukan seni kuno yang ditemukan, seperti lukisan tangan yang menunjukkan sudah adanya peradaban di sana sampai sekitar 40 ribu tahun lalu.

Penggalian di Liang Tebo ini adalah bagian kerja sama tim peneliti dari Griffitth University dan Pusat Arkeologi Nasional Indonesia.

Adhi Agus Oktaviana merupakan salah seorang peneliti asal Indonesia yang terlibat dalam survei lukisan gua yang ada di kawasan tersebut.

"Ketika kita menemukan dari sampel fosilnya, bahwa usianya begitu tua, ya kita senang sekali," katanya kepada Sastra Wijaya dari ABC Indonesia.

Menurutnya, publikasi mengenai lukisan gua sudah pernah dilakukan sebelumnya dan kalangan peneliti di Indonesia mempertanyakan usia lukisan gua di sana.

"Jadi dari tahun 2014 sampai 2019 dipertanyakan di Indonesia lukisan gua ini kok umurnya tua sekali," kata Adhi yang sekarang melanjutkan pendidikan doktoral di Griffith University namun berbasis di Jakarta.

"Peneliti sebelumnya memperkirakan lukisan gua tersebut berasal dari zaman lain," katanya.

"Sekarang dengan penemuan kubur di Liang Tebo ini sudah ada bukti bahwa manusia yang hidup satu zaman dengan lukisan gua tersebut."Selain itu menurut Adhi Agus, penemuan mengenai tindakan amputasi tersebut memperkokoh pendapat jika orang di Nusantara dulu bisa mengobati orang lain.

Namun siapa yang menguburkan fosil tersebut masih menjadi misteri.

Para arkeolog sebelumnya sudah banyak menemukan berbagai artefak seperti peralatan dari batu, namun fosil manusia jarang sekali ditemukan.

Ini disebabkan karena kawasan tersebut adalah daerah tropis di mana jasad bisa rusak dengan cepat atau dimakan serangga sebelum berhasil ditemukan.

Bahkan bila dikuburkan di bagian kawasan bebatuan yang lebih terlindungi dan lebih dingin, hal tersebut bukanlah hal yang ideal.

Ini disebabkan karena keasaman tanah, disebabkan karena kotoran dari kelelawar yang tinggal di dalam gua-gua tersebut.(*)

Credits

Bagikan