Kejahatan Seksual dan Kekerasan Meningkat, SDN Baluwarti Bekali Siswa Beranjak Remaja

user
Ary B Prass 09 September 2022, 11:57 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - SD Negeri Baluwarti, Kotagede Yogyakarta menggelar kegiatan Parenting dan Upaya Pencegahan Kekerasan Pada Anak melibatkan siswa kelas 5 dan 6, Jumat (9/9/2022) pagi. Para siswa dibekali pemahaman tentang kekerasan gender online dan perundungan sebagai bekal menuju masa remaja nanti.

Kepala SD Negeri Baluwarti, Zulikhatun Nusroh, mengatakan pihaknya sudah mendeklarasikan diri sebagai sekolah ramah anak, sama seperti Polsek Kotagede yang juga telah mendapat predikat tersebut. Kegiatan sosialisasi pada siswa kelas 5 dan 6 sengaja dilakukan untuk membekali siswa menyambut masa remaja.

“Kami difasilitasi oleh DP3AP2KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) Kota Yogyakarta, karena itu kami ambil kesempatan untuk mengenalkan anak pada tentang bullying, juga kekerasan gender online dan kekerasan seksual. Kami tidak menginginkan anak menjadi pelaku atau korban bullying nantinya,” ungkapnya pada KRjogja.com di sela acara.

Pihak sekolah menurut Zulikhatun menaruh perhatian pada siswa/siswi kelas 5 dan 6 yang sudah beranjak remaja. Bekal pengetahuan ini diharapkan membawa manfaat ketika para siswa menghadapi masa remaja di SMP dan SMA nanti.

“Kami berharap anak punya karakter, sopan, mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Kami tidak hanya ingin kognitif saja tapi psikomotorik dan karakter juga kami sentuh sesuai prinsip merdeka belajar. Kemarin dua tahun anak-anak belajar daring mungkin banyak membuka hp dengan game dan youtube. Kita ingin memberikan pemahaman detail pada mereka apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Ini nanti ada komite perlindungan anak yang akan share ke seluruh wali murid tiap tingkatan agar orangtua semakin perhatian pada anaknya,” lanjutnya.

Sementara, salah satu pembicara dari Polsek Kotagede, Panit Reskrim Iptu Andy Arciana MPsi Psikolog, mengingatkan para siswa untuk berhati-hati saat berselancar di jejaring online melalui telpon pintar. Berbagai bahaya dijelaskan dan diharapkan bisa dihindari atau disikapi dengan segera oleh mereka termasuk orangtua dan guru.

“Misalnya nih, ada orang telpon, sok kenal dan tahu-tahu dimasukkan grup begitu. Lalu anak-anak dipertontonkan apa yang belum seharusnya dilihat. Anak-anak kalau menemukan hal seperti itu langsung laporkan pada orangtua ya, biar nanti segera ditindak ke kepolisian ya. Sekarang banyak juga pedofilia (orang yang punya kelainan psikologis punya minat seksual pada anak-anak), yang menyasar anak-anak, ini juga adik-adik harus tahu. Adik-adik harus waspada dan curiga, kalau perlu lapor pada guru, orangtua,” ungkap Panit Andy.

Andy juga menjelaskan bahwa seiring berjalannya usia, anak-anak harus memahami bahwa tidak boleh ada orang asing yang memegang bagian sensitif tubuh. Begitu pula saat bermedia sosial ada teman atau orang yang ingin melihat foto-foto bagian sensitif hal itu tidak boleh diamini.

“Kalau ada orang asing yang tahu-tahu memegang dada atau bagian tubuh sensitif kita, maka harus melapor pada orangtua dan guru juga. Karena hal itu merupakan pelecehan atau kekerasan seksual.

Selain itu kita harus hati-hati juga saat bermedia sosial karena jejak digital itu susah dihapus,” pungkas dia.

Kegiatan sosialisasi dan parenting berjalan dengan menarik karena narasumber berusaha memudahkan penyampaian materi agar mudah dipahami anak. Selain Iptu Andy, ada pula narasumber lain yakni Dr Senny Saleh Mpd dari DP3AP2KB Kota Yogyakarta. (Fxh)

Credits

Bagikan