KSPM Unriyo Menggelar Webinar ‘Waspada Flexing untuk Bijak Berinvestasi’

user
Ivan Aditya 14 September 2022, 08:05 WIB
untitled

Krjogja.com - SLEMAN - Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Respati Yogyakarta mengadakan kegiatan webinar dengan tema ‘Waspada Flexing untuk Bijak Berinvestasi’. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat umum agar lebih bijak dalam berinvestasi, salah satunya dengan waspadai fenomena flexing.

“Flexing adalah memamerkan sesuatu yang dimiliki secara berlebihan yang biasanya juga digunakan sebagai strategi marketing untuk menarik pasar,” ujar Irfan Noor Riza dari Bursa Efek Indonesia KP Yogyakarta saat webinar, Kamis (08/09/2022).

Webinar ini diikuti sekitar 150 peserta. Kegiatan ini dihadiri Syahidah Khusnul Khotimah dari Otoritas Jasa Keuangan DIY dan Irfan Noor Riza dari Bursa Efek Indonesia KP Yogyakarta sebagai pembicara, serta Kusuma Kampita Sari, S.K.M dari PT Phintraco Sekuritas Cabang Yogyakarta selaku moderator. Webinar ini juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Ketua Program Studi Akuntansi, serta dosen dari Program Studi Akuntansi.

Maraknya berbagai macam instrumen investasi membuat masyarakat sekarang tertarik untuk melakukan investasi. Namun, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui apakah produk investasi dan pihak yang menawarkan investasi tersebut telah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Nyatanya banyak masyarakat diumur antara 20 - 30 tahun melalukan investasi hanya karena tergitur dengan keuntungan yang akan diperoleh. Selain itu, tidak jarang dari mereka juga lupa mengenai risiko yang akan hadapi ketika melakukan investasi sehingga mereka akan menanamkan modalnya kepada pihak yang menjanjikan keuntungan yang lebih besar.

Padahal, jenis investasi seperti ini belum tentu aman dan benar. Melakukan investasi hanya sekedar mengikuti tren pada akhirnya akan merujuk pada flexing atau pamer kekayaan.

Suryani selaku ketua panitia mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan agar banyak masyarakat yang ingin mulai berinvestasi atau yang sedang berinvestasi dapat lebih bijak dalam memilih pihak yang menawarkan investasi tidak hanya tergiur dengan penawaran keuntungan yang besar saja.

“Webinar ini diadakan agar masyarakat terhindar dari fenomena flexing dan dapat bijak dalam memilih instrument investasi dengan 2L, yaitu legal dan logis,” ujar Suryani.

Sementara itu Nabilla Eka Meilaretasya, selaku ketua KSPM menjelaskan, KSPM sering mengadakan latihan praktik dalam trading saham dan membahas fenomena-fenomena di masyarakat terutama yang berkaitan dengan investasi. Kemudian dijadikan topik dalam webinar yang harapannya mahasiswa UNRIYO dapat mengetahui lebih dalam tentang pentingnya investasi dan dapat melakukan investasi trading saham sebagai tabungan dimasa depan.

“Diharapkan dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan KSPM, masyarakat terutama mahasiswa UNRIYO mengetahui tentang pentingnya berinvestasi yang benar dan aman, serta melalui kegiatan ini juga diharapkan mahasiswa UNRIYO lebih bijak dalam mengikuti tren yang ada,” imbuh Nabilla. (*)

Credits

Bagikan