Peran Mahasiswa Nahdliyin Penting dalam Menangkal Radikalisme dan Intoleran

user
Danar W 18 September 2022, 12:20 WIB
untitled

Krjogja.com - BANTUL, KRJOGJA.com - Korwil BEM PTNU DIY menjadi tuan rumah MUKERNAS VII yang dilaksanakan pada tanggal 17-19 September 2022 di Universitas Alma Ata Yogyakarta dengan tema "Menyatukan Rasa Untuk Satu Asa Menyongsong Abad Kebangkitan Baru NU". BEM PTNU Se-Nusantara merupakan aliansi BEM/ DEMA Perguruan Tinggi berafiliasi NU yang ada di Indonesia.

Kegiatan yang diikuti oleh 200an peserta yang merupakan Presiden Mahasiswa dan anggota perwakilan kampus PTNU se Nusantara dibuka oleh Prof. Dr. Hamam Hadi, MS., Sc.D., Sp.GK.

"Rencana awal MUKERNAS akan dibuka oleh Wakil Presiden RI KH. Ma'ruf Amin, namun beliau ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan," jelas Achmad Baha’ur Rifqi selaku Sekretaris Nasional (SEKNAS) BEM PTNU Se-Nusantara saat ditemuai awak media, Sabtu (17/9/2022).

Achmad Baha’ur Rifqi atau yang lebih akrab disapa Baha' menyampaikan bahwa Seminar Nasional dalam rangkaian Mukernas salah satunya mengangkat tema "Peran Mahasiswa Nahdiyin Dalam Menangkal Radikalisme Dan Intoleran Demi Mewujudkan Keseimbangan Demokrasi" dengan narasumber dari aktivis NU Gus Ahmad Syauqi (Putra Wakil Presiden RI KH. Ma'ruf Amin), Kombes Pol. Syahbuddin, S.I.K. (Dirintelkam Polda DIY) dan Kombes Pol Sunadi, S.I.K, M.H. (Kasat gaswil Densus 88 DIY).

Dalam kesempatan tersebut Gus Ahmad Sauqi menyampaikan bahwa mahasiswa yang berbasis NU jangan sampai terkontaminasi dengan ajaran paham radikal karena mahasiswa itu sudah dianggap sebagai orang yang berilmu. "Pancasila merupakan ideologi kehidupan bangsa kita, jangan terkontaminasi dengan ideologi lain," tegas Gus Sauqi.

Kombes Pol. Syahbuddin, S.I.K. (Dirintelkam Polda DIY) berpesan agar keilmuan para mahasiswa harus bisa digunakan oleh masyarakat. Sehingga kehadiran para mahasiswa bisa memberi arti bagi orang0orang sekitar.

"Untuk mahasiswa belajarlah agar bermanfaat bagi orang sekitar, menghargai setiap suku agama dan ras, hati-hati dalam bermedia sosial, jangan asal mau menerima pemikiran ajaran dan jangan terprovokasi yang mana dapat memecahkan kesatuan negara," penyampaian Kombes Pol Syahbuddin, S.I.K dalam seminar.

Dalam seminar Kasatgaswil Densus 88 DIY menyampaikan bahwa terorisme tidak identik dengan satu agama tapi karena perbuatannya terorisme bisa dilakukan oleh siapa saja yang terpengaruh terhadap ajaran radikal. "Modus penyebaran radikalisme di kampus antara lain dibawa oleh kelompok keagamaan ekslusif dan puritan" jelasnya.

“Rangkaian acara MUKERNAS kali ini merupakan momentum untuk kembali bangkit dari kevakuman BEM PTNU Se-Nusantara dalam beberapa tahun terakhir dan di Yogyakarta ini menjadi tombak awal kebangkitan dan kontribusi nyata BEM PTNU Se-Nusantara bagi Nahdlatul Ulama dan Indonesia sesuai dengan tema seminar," pungkas Baha'.(*)

Credits

Bagikan