Bakpia Rizky Membawa Rezeki

user
Danar W 21 September 2022, 10:50 WIB
untitled

Krjogja.com - BANTUL - Bakpia, tentunya kita sudah tidak asing dengan makanan satu ini, yang merupakan salah satu oleh-oleh khas dan menjadi buruan para wisatawan saat berkunjung ke Yogyakarta. Banyak pengusaha bakpia di kota ini, baik dalam skala industri maupun rumahan.

Salah satunya adalah Zamroni. Dirinya membangun usaha ini sejak tahun 2003, yang bertempat di Dusun Gunungsaren, Srandakan, Bantul. Adapun arti dari pemberian nama 'Bakpia Rizky' yaitu agar usaha ini menjadi rejeki bagi keluarga Bapak Zamroni.

"Usaha bapak Zamroni ini termasuk usaha rumahan, dimana pegawainya bukan dari orang luar melainkan beliau sendiri dan istrinya. Beliau membangun usaha ini dengan modal awal yang berasal dari hasil tabungan. Produk ini dipasarkan dengan cara dititipkan ke beberapa warung dan dapat memesan secara langsung ke rumah. Melalui pengamatan langsung ini, kami ingin mengupas kegiatan beliau dari awal mula hingga saat ini," jelas Astri Dwi Aryani dan Ignatius Soni Kurniawan SE, MSc dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.

Peluang usaha pembuatan bakpia skala rumah tangga kini bisa merambah ke skala industri. Entah sejak kapan bakpia mulai dibuat, yang jelas bakpia sangat lekat dengan Yogyakarta. Rasanya yang legit karena terbuat dari campuran kacang hijau dan gula pasir lalu dibungkus dengan adonan tepung dengan sedikit minyak nabati.

"Dalam seharinya, saya memproduksi 2 kg kacang hijau yang di beli di daerah Dongkelan yang sudah menjadi langganan sejak dulu dan modal perharinya sebesar Rp 200.000 sudah termasuk bahan lainnya. Rasa dari isian bakpia yang ditawarkan adalah kacang hijau dan keju. Namun konsumen bisa memesan rasa selain itu, seperti bakpia isi ubi ungu. Terdapat dua harga yang ditawarkan, harga Rp 20.000 berisi 18 biji dan Rp 22.000 berisi 20 biji. Omset dari hasil jual bakpia ini bisa menjadi balik modal untuk membeli bahan produksi. Kami juga menerima pesanan partai besar seperti acara pernikahan, dimana omset yang didapatkan jauh lebih besar," jelas Zamroni.

Pilihan bahan alami dan racikan yang pas membuat bakpia menjadi oleh-oleh khas Yogya untuk orang-orang tercinta di kampung halaman. Dalam kondisi normal, ketahanan bakpia bisa sampai 1 bulan tanpa bahan pengawet dan penyimpanan dalam suhu ruang yang baik.

"Salah satu yang terkadang menjadi kendala dalam memproduksi usaha bakpia ini adalah sepinya pesanan. Hal ini sangat mempengaruhi besar kecilnya dan tidak menentunya omset yang didapat, apalagi saat terjadi musibah covid-19 pesanan juga semakin menurun. Selain itu,
banyaknya pesaing membuat produk ini susah laku karena banyak produk dari pengusaha lain," imbuhnya.

Dengan menurunnya kasus covid-19, dirinya berharap agar produk yang dijual dapat laku dengan cepat dan mendapatkan omset seperti sedia kala. Sudah bisa balik modal pun itu sudah cukup dan sisanya bisa ditabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga.(*)

Credits

Bagikan