Kerajinan Gerabah Asal Bantul Tembus Pasar Eropa dan Amerika

user
Danar W 21 September 2022, 12:50 WIB
untitled

Krjogja.com - BANTUL - Sejarah kerajinan keramik atau gerabah sudah ada sejak beberapa abad yang lalu. Di Indonesia sendiri sudah ada sejak zaman kolonial Belanda tak terkecuali di wilayah Yogyakarta.

Salah satunya seperti yang ditekuni Mudiyar seorang penggiat bisnis kerajinan gerabah yang beralamat di Gunungpuyuh, Pundong, Kabupaten Bantul yang dikenal sebagai 'Teracotta Ceramic'. Bisnis kerajinan gerabah ini dimulai dari hobi dan kecintaannya terhadap seni pada tahun 1984,
setelah itu dirinya mulai menekuni dan menjual kerajinan gerabahnya pada tahun 1992.

"Pada awal produksi, kerajinan gerabah ini dipasarkan dan dijual di Jakarta dan Bali, tetapi saat ini kerajinan gerabah telah mencapai ekspor ke mancanegara yaitu Amerika dan Eropa. Melalui kunjungan observasi ini kami mencoba mengupas perjalanan bisnis ini dari awal hingga saat ini," ujar Vita Tri Wahyuni dan Ignatius Soni Kurniawan SE, MSc, dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Selasa (20/09/2022).

Bisnis kerajinan gerabah ini telah memiliki 18 orang karyawan tetap dan 40 orang karyawan tidak tetap (karyawan berdasarkan permintaan), karyawan tidak tetap akan dipekerjakan apabila mendapatkan pesanan besar. Saat ini, Teracotta Ceramic dapat memproduksi hingga 10.000 kerajinan gerabah buatan tangan setiap 4 bulan.

"Pandemi Covid-19 sama sekali tidak mengurangi pesanan kerajinan gerabah Terocatta Ceramic, justru pesanan dari luar negeri mengalami kelonjakan terutama dari negara-negara Eropa. Akan tetapi pada tahun 2022 ini, Teracotta Ceramic mengalami kendala dimana
pesanan kerajinan gerabah mengalami penurunan selama 2 bulan yang berdampak dari perang Rusia-Ukraina," jelas Mudiyar.

Dirinya berharap agar perang Rusia-Ukraina segera mereda dan keadaan RusiaUkraina membaik kembali, karena dengan demikian kegiatan ekspor ke negara-negara Eropa dapat berjalan seperti semula dan jumlah pesanan dapat kembali normal. Sehingga bisnis kerajinan gerabah dapat terus berjalan terutama kegiatan ekspornya. (*)

Credits

Bagikan