Nilai Akademis Bukan Satu-satunya Penilaian untuk Masuk Kampus Dunia

user
Danar W 28 September 2022, 14:40 WIB
untitled

Krjogja.com - JAKARTA - Lyn Han, seorang mantan alumni interviewer di University of Chicago dan US University Admissions Strategist, mengungkapkan tentang skema seleksi penerimaan kampus kelas dunia di AS dan Inggris bersifat holistik.

Dalam menyeleksi semua calon mahasiswanya, Lyn Han mengatakan universitas unggulan di AS dan Inggris tidak hanya menilai pencapaian akademis.

"Tetapi juga kegiatan ekstrakurikuler dan kepemimpinan, serta kepribadian calon mahasiswa yang tersirat melalui penulisan esai dan wawancara," ujar Lyn Han melalui keterangan tertulis, Selasa (27/9/2022).

Hal tersebut diungkapkan oleh Lyn Han dalam kegiatan Extracurricular & Leadership Building Profile Seminar with Crimson Education.

Dirinya mengungkapkan selama ini ada anggapan bahwa pelajar yang memiliki nilai rapor sempurna pasti bisa menembus universitas unggulan seperti Harvard University atau University of Oxford.

Menurut Lyn Han, nilai akademis bukan satu-satunya penilaian untuk masuk kampus dunia.

"Pencapaian akademis memang penting, tetapi bukan golden ticket yang dapat menjamin keberhasilan seseorang dalam menembus universitas kelas dunia," jelas Lyn Han.

Country Manager Crimson Education Indonesia, Vanya Sunanto, Country Manager, mengungkapkan perbedaan antara sistem pendidikan di Indonesia yang cenderung mengutamakan pencapaian akademis dengan di AS dan Inggris yang cenderung holistik.

Dirinya mengungkapkan Crimson Education berupaya menjembatani dua hal ini melalui layanan konsultasi dan bimbingan seleksi penerimaan universitas di AS dan Inggris.

"Di Crimson, kami selalu mengawali layanan kami dengan menggali segala sesuatu tentang calon siswa kami, mulai dari bakat, minat, kelebihan, kekurangan, aspirasi, hingga cita-cita yang ingin ia capai," tutur Vanya.

Menurut Vanya Sunanto, profil ekstrakurikuler dan kepemimpinan yang kuat dapat dibangun dari ide yang sederhana atau bahkan kegemaran pribadi, selama disertai dengan konsistensi.

"Tentu saja, kami juga siap memberikan bimbingan akademis, penulisan esai, hingga persiapan wawancara. Dengan bimbingan yang tepat, kami percaya banyak pelajar berbakat dan berprestasi dari Indonesia yang akan mampu bersaing di kancah global,” tutur Vanya Sunanto.

Anderson Tan, Extracurricular & Leadership Mentor mengatakan dengan bimbingan dari pakar pendidikan berpengalaman, kegiatan tersebut dapat bertransformasi menjadi profil ekstrakurikuler dan kepemimpinan. 

Hal ini, menurutnya, dapat mengantarkannya menuju universitas kelas dunia.

"Mematangkan profil ekstrakurikuler dan kepemimpinan membutuhkan konsistensi serta komitmen jangka panjang, sehingga waktu yang tepat bagi pelajar Indonesia untuk memulai adalah sedini mungkin," pungkasnya.

Dalam seleksinya, universitas-universitas unggulan di AS menilai semua calon mahasiswanya berdasarkan tiga hal utama di antaranya pencapaian akademis, profil ekstrakurikuler, dan kepemimpinan serta esai dan wawancara.(Ati)

Kredit

Bagikan