Tim Garuda UNY Pecahkan Rekor Shell Eco Marathon Asia 2022

user
Danar W 16 Oktober 2022, 21:10 WIB
untitled

Krjogja.com - PRAYA - Mobil Garuda Urban Gasoline 22 (Garuda UG-22) karya Tim Garuda UNY sukses memecahkan rekor konsumsi bahan bakar paling irit di Asia kategori Urban Internal Combustion Engine (ICE) pada ajang Shell Eco Marathon Asia 2022. Dalam ajang yang berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, 13-15 Oktober ini, Garuda UG-22 sukses mencatatkan konsumsi bahan bakar 544 km/liter.

Torehan tersebut sukses memecahkan rekor yang sebelumnya pernah dicatat, yakni 500 km/liter. Atas prestasi tersebut, Tim Garuda UNY berhak atas gelar juara untuk Kategori Urban ICE Shell Eco Marathon Asia 2022. Prestasi ini sangat membanggakan bagi Tim Garuda UNY karena harus bersaing dengan 49 tim lain yang berasal dari 9 negara di Asia-Pasifik yang ditantang untuk mengembangkan mobil dengan konsumsi bahan bakar sehemat mungkin.

Prestasi yang dicapai Tim Garuda UNY ini menurut Manajer Tim Garuda UNY, Kesit Bayu Purnomo, jelas tidak didapat dengan mudah. “Sejak mendapatkan informasi mengenai kompetisi ini, kami langsung melakukan persiapan. Persiapannya kurang lebih enam bulan hingga akhirnya mobil kami kirim ke Sirkuit Mandalika. Prosesnya cukup panjang dari mulai brainstorming, riset kendaraan, manufaktur, hingga latihan driver,” katanya dikutip dari keterangan resmi Humas UNY, yang diterima Krjogja.com Minggu (16/10/202).

Tantangan dan hambatan tidak jarang mewarnai persiapan Tim Garuda UNY untuk menghadapi kompetisi tersebut. Perdebatan kerap hadir dalam rapat persiapan Tim Garuda UNY dalam menentukan strategi terbaik. Adhy Wahyu, salah satu anggota Tim Garuda UNY menuturkan bahwa mereka rapat kadang hingga larut malam, hingga kehilangan waktu libur. Semua berdiskusi tentang cara agar kami bisa menang dan mencapai target team.

Tidak hanya pada persiapan, tantangan dan hambatan masih harus dihadapi oleh Tim Garuda UNY hingga kompetisi berlangsung. Pada saat pelaksanaan kompetisi, Tim Garuda UNY mendapatkan sejumlah masalah yang cukup membuat terpukul para anggota tim. Pasalnya, pada hari pertama race diadakan, terdapat kesalahan teknis yang membuat mobil Garuda UG-22 tidak dapat mencapai finish.

Bahkan setelah sejumlah perbaikan dilakukan, mobil Garuda UG-22 gagal melakukan race karena terlambat 3 detik dalam memasuki track. Pada hari itu, tangis kesedihan mewarnai paddock nomor 524 milik Tim Garuda UNY. Meski cukup terpukul, hal tersebut tidak menjadi alasan bagi anggota tim untuk terus berlarut dalam kesedihan. Tangan-tangan kembali berjabat bersamaan dengan kata-kata penyemangat, doa-doa terucap dengan lebih keras. Harapan Tim Garuda UNY bangkit kembali.

Race hari kedua menjadi pembuktian bahwa usaha dan doa tidak akan mengkhianati hasil. I Kadek Bagus, Driver Garuda UG-22 Team mengatakan pada hari itu kami bangun jauh lebih pagi, kami berpikir jauh lebih keras, bekerja jauh lebih teliti dari hari kemarin. “Kami melakukan evaluasi besar-besaran dari masalah yang kemarin. Kami yakin pada hari kedua kami dapat memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Kesempatan pertama dilakukan pada pukul 08.30 WITA, Tim Garuda UNY langsung menempati posisi pertama dengan capaian 541 km/L. Belum cukup puas dengan hasil yang diperoleh, Tim Garuda UNY kembali mengambil kesempatan race dan memperoleh capaian 544 km/L. Tangis haru membasahi wajah-wajah anggota Tim Garuda UNY pada siang hari itu. Kerja keras tim selama ini seolah terbayarkan saat capaian Garuda UG-22 berhasil memecahkan rekor.

Advisor Tim Garuda UNY, Sutiman menuturkan, “Prestasi yang diraih Tim Garuda UNY tidak terlepas dari doa dan dukungan Rektor UNY, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan jajarannya, Dekan Fakultas Teknik, serta segala civitas akademika UNY. Kemenangan ini juga buah dari perjuangan para alumni Garuda UNY yang terus membersamai adik-adiknya dalam melakukan riset,” tandasnya.(Hit)

Kredit

Bagikan