Jadikan Kuliner Pintu Masuk Wisatawan ke Setiap Daerah

user
Ivan Aditya 28 Oktober 2022, 20:00 WIB
untitled

Krjogja.com - JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno mengatakan, eksplorasi kekayaan kuliner Indonesia perlu terus dilakukan untuk mendorong kiprah para UMKM sektor kuliner sehingga mampu berkontribusi pada perekonomian bangsa.

“Saya mengapresiasi pelaksanaan gelaran tahunan Festival Jajanan Bango sebagai salah satu medium yang efektif untuk memperkenalkan aneka kuliner otentik sekaligus sosok-sosok pengusaha UMKM kuliner tradisional yang legendaris kepada masyarakat luas,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno dalam acara Pembukaan Festival Jajanan Bango, secara virtual di Jakarta, Jumat (28/10/2022).

Dikatakan, acara ini merupakan bentuk kolaborasi antara Kemenparekraf RI dengan Unilever Indonesia melalui Bango yang turut memperkuat program ‘Indonesia Spice Up the World’ dalam memperluas pemasaran produk bumbu rempah Indonesia, dimana kecap adalah salah satu bumbu yang menjadi ciri khas, yang mempersatukan keragaman kuliner Indonesia.

Tema ‘Kenali Rasanya Indonesia’ yang diangkat di Festival Jajanan Bango kali ini diharapkan mampu merepresentasikan kekayaan ragam kuliner bangsa, yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tradisi kuliner paling kaya di dunia. Sementara itu Deputi Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Ayu Marthini mengatakan, jadikan kuliner di setiap daerah menjadi pintu masuk bagi wisatawan.

“Sebenarnya kuliner itu adalah bagian dari yang orang berwisata, karena orang berwisata pasti mencicipi masakan didaerah yang dituju, untuk itu diharapkan setiap daerah terus menjaga warisan kuliner di daerah masih masing dan jadikan kuliner itu menjadi pintu masuk wisatawan ke setiap destinasi,” tegasnya.

Sebenarnya, tambahnya pemerintah memiliki gerakan ‘Indonesia Spice Up the World’ yang di dalamnya banyak sekali strategi yang perlu dilakukan. Menurutnya Festival Jajanan Bango 2022 dengan tema “Kenali Rasanya Indonesia” bertempat di Plaza Timur dan Parkir Timur GBK Senayan tanggal 28 – 30 Oktober 2022 yang diikuti 90 masakan nusantara akan menyajikan kuliner bagi seluruh #PejuangRasanyaIndonesia dalam mengenali, mencintai dan melestarikan aneka kuliner otentik nusantara.

Sementara itu, Direktur Nutrition PT Unilever Indonesia, Tbk Amaryllis Esti Wijono mengatakan, kekayaan ragam kuliner bangsa menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tradisi kuliner paling kaya di dunia. Namun sayangnya, dari 3.259 ragam kuliner ragam kuliner otentik yang hingga kini terpantau, baru segelintir di antaranya yang dikenali oleh masyarakat luas.

Di tengah kefamiliaran kita terhadap ragam kuliner ikonik seperti nasi goreng, sate, soto, dan sambal, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa negeri kita memiliki 104 jenis nasi goreng, 252 ragam sate, lebih dari 100 varian soto, hingga 322 macam sambal.

Begitupun pengetahuan tentang kuliner khas daerah. Misalnya, kuliner Minang baru dikenal dengan Rendang, kuliner Palembang dengan Pempek, kuliner Yogyakarta dengan Gudeg, dan lain-lain. Padahal, tercatat kuliner khas Minangkabau setidaknya ada 220 jenis, kuliner khas Palembang ada lebih dari 200 jenis, kuliner khas Yogyakarta ada lebih dari 192 jenis dan seterusnya. Pengenalan yang masih minim ini tentunya menjadi tantangan bagi upaya pelestarian kuliner.

Sementara itu pakar kuliner Indonesia, William Wongso menjelaskan masih banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang belum menyadari keunikan kuliner Indonesia. Contoh sederhananya hidangan rendang, banyak yang belum sadar bahwa di Sumatera Barat ada 900 Nagari atau desa yang memiliki komposisi bahan dan bumbu yang berbeda untuk mengolah rendang. Pengetahuan seperti inilah yang perlu disebarluaskan agar kita bisa mengenali, mengapresiasi, dan akhirnya melestarikan ragam cita rasa dan bahan otentik, kearifan lokal, hingga perpaduan budaya yang menyatu di dalam kekayaan kuliner. (Lmg)

Kredit

Bagikan