Warga Tuksono Manfaatkan Daun Jati Kering untuk Kompos, Rumput Gajah Jadi Silase

user
Danar W 28 November 2022, 21:26 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Warga Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulonprogo yang sebagian besar petani dan peternak, sering menghadapi permasalahan terhadap banyaknya sampah berupa daun jati kering yang belum termanfaatkan secara optimal, serta kesulitan mendapatkan pakan ternak di musim kemarau.

Saat musim kemarau, sampah daun jati sangat melimpah, sementara penggunaan daun jati kering sebagai bahan bakar pembuatan gula aren/gula jawa menurun, seiring semakin berkurangnya jumlah perajin gula jawa. Sedangkan peternak kesulitan memperoleh pakan ternak di musim kemarau, karena rumput gajah sulit tumbuh di daerah tersebut.

Menghadapi problematika masyarakat perdesaan seperti itu, Tim Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) IST AKPRIND Yogyakarta hadir memberikan solusi, sehingga permasalahan utama yang dihadapai masyarakat dapat terselesaikan.

"Daun jati kering sangat bagus bila dijadikan pupuk kompos dan media tanam, sehingga para petani tidak akan kesulitan pupuk yang kian lama harganya semakin naik. Selain itu, mengolah rumput gajah menjadi silase bisa dimanfaatkan pada musim kemarau," ujar Ketua Tim PKM IST AKPRIND Paramita Dwi Sukmawati ST MEng, Senin (29/11/2022), didampingi Anggota Tim PKM Dewi Wahyuningtyas ST MEng dan Yuli Purwanto ST MEng.

Dalam pelaksanaannya, Tim Hibah PKM Dosen IST AKPRIND yang lolos pada tahun 2022 ini bekerja sama dengan Kelompok Informasi Masyarakat Nyi Ageng Serang (KIM NAS) Kalurahan Tuksono.

Menurut Dwi Sukmawati, proses pembuatan pupuk kompos dan silase didukung dengan rancang bangun dua alat teknologi tepat guna, yakni alat pencacah rumput dan alat penghancur kotoran ternak sekaligus bisa dijadikan alat pencampur pupuk kompos dan/atau media tanam.

Sebelum pelaksanaan hibah, Tim Hibah PKM IST AKPRIND melakukan sosialisasi program. Untuk menambah wawasan tentang pembuatan pupuk kompos dan silase rumput gajah, diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengundang narasumber yang menguasai permasalahan tersebut.

"Selain menangani masalah limbah daun jati kering dan pakan ternak di musim kemarau, kegiatan ini juga bertujuan agar dari Tuksono muncul usaha mikro baru berupa penghasil pupuk kompos dan media tanam dari limbah daun jati kering, sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar," papar Dwi.

Ketua KIM NAS Zazin mengucapkan terima kasih kepada IST AKPRIND yang telah membagikan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat Tuksono.

Dwi Sukmawati menuturukan, IST AKPRIND selalu mendorong setiap dosen untuk meraih berbagai hibah termasuk Hibah PKM ini. Pemberdayaan masayarakat desa menjadi program Pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Pemerintah bekerja sama dengan lembaga-lembaga Pemerintah maupun swasta. Perguruan Tinggi menjadi salah satu mitra untuk meningkatakan sember daya manusia dan kesejahteraan masyarakat melalui Hibah PKM. (San)

Kredit

Bagikan