Prof Erni Dikukuhkan Guru Besar UIN Sunan Kalijaga

user
Ary B Prass 05 Desember 2022, 14:07 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Prof Dr Erni Munastiwi MM dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Pendidikan oleh Ketua Senat UIN Sunan Kalijaga Prof Dr H Siswanto Masruri.

Pengukuhan tersebut berdasarkan SK Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI nomor 26486/MPK.A/KP.05.01/2022.

Pada orasi ilmiahnya bertajuk 'Model Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada Abad XXI dalam Perspektif Keindonesiaan', Prof Erni menyampaikan seiring perkembangan zaman, penyesuaian tata kelola dibutuhkan dalam praktik pendidikan anak usia dini.

Pada abad XXI, penyesuaian tersebut dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan yang muncul di berbagai aspek kehidupan, seperti perubahan model, tujuan dan luaran pendidikan, perubahan kondisi bentang alam, serta kondisi sosial dan budaya.

"Oleh karena itu, model pendidikan yang lebih modern dibutuhkan untuk dapat meninggalkan ketertinggalan. Di sisi lain, praktik pendidikan, khususnya pada anak usia dini juga harus mempertimbangkan karakter khas Indonesia dengan kebhinekaannya," ucapnya.

Prof Erni juga menegaskan bahwa dibutuhkan sistem pendidikan yang responsif dan adaptif pada abad XXI. Di tengah ancaman globalisasi, sektor pendidikan, khususnya PAUD, perlu dikelola dengan sebaik mungkin, secara efektif dan efisien untuk membentuk sumber daya manusia yang berkompetensi global, namun berkarakter lokal yang kuat.

Disrupsi dalam bidang pendidikan menuntut adanya adaptasi dalam berbagai komponen pendidikan. Yang pertama, tujuan pendidikan perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kondisi lingkungan sosial dan budaya.

Penguatan kerangka kurikulum pendidikan diperlukan untuk memfasilitasi tercapainya tujuan pendidikan yang baru.

Di sisi lain, kebhinekaan merupakan kekhasan yang perlu ditonjolkan dalam praktik pendidikan di Indonesia sehingga perlu dipertahankan keberlanjutannya.

Contohnya pada kurikulum PAUD abad-21 dalam sistem Pendidikan di Indonesia perlu mengintegrasikan nilai-nilai sosio-kultural untuk menguatkan karakter lokal. Bilingualisme (Bahasa daerah) dalam kegiatan PAUD perlu dipertahankan dan dikenalkan pada anak sejak dini sebagai bagian dari kehidupan sosial.

Pengembangan kapasitas sumber daya manusia serta sarana dan prasarana juga tidak boleh luput dari perhatian.

Disampaikan Prof Erni, model manajemen yang sesuai dengan kebutuhan PAUD pada abad-21 diperlukan untuk menghadapi tantangan ekosistem pendidikan, sehingga diperlukan adanya tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan/evaluasi yang memadai.

Disampaikan pada orasi ilmiahnya, yang perlu direncanakan dalam penyelenggaraan PAUD antara lain tujuan pendidikan, kurikulum, sumber daya manusia, lingkungan pembelajaran, sarana dan prasarana serta tata laksana. (Feb)

Kredit

Bagikan