SD Muhammadiyah Sapen Siapkan Generasi Penyelamat Bumi

user
Ivan Aditya 22 Desember 2022, 13:46 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Sampah menjadi masalah apabila tidak dikelola dengan benar. Di Yogyakarta, sampah merupakan permasalahan yang belum terselesaikan. Oleh karena itu SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta, terpanggil untuk ikut menyumbangkan usaha mengurangi permasalahan sampah diantaranya dengan menyiapkan generasi penyelamat bumi.

"SD Muhammadiyah Sapen merupakan salah satu sekolah penggerak, berusaha menularkan hal-hal baik yang telah dicapai kepada sekolah lain," kata Kepala SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta, Agung Rahmanto SH MPd dan guru pendamping Dian Ika Purba Ratna Wijayanti MOr, Kamis (22/12/2022).

Dian sendiri, tampil sebagai pembicara pada Seminar Best Practice di Balai Penjamin Mutu Pendidik (BPMP) DIY, Selasa (20/12/2022) lalu. Dian menguraikan bagaimana SD Muhammadiyah Sapen menghadapi permasalahan sampah.

Ia mengusulkan ada bank sampah di setiap sekolah agar sampah dapat dikelola dengan baik sehingga bisa dimanfaatkan dari segi ekonomi. Generasi penyelamat bumi yang dimaksud Dian adalah generasi yang punya pola pikir positif dan terbuka untuk melakukan perubahan yang memiliki dampak positif bagi lingkungan dan alam.

Mengajak siswa meninjau langsung Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Piyungan, menyaksikan langsung akibat sampah. Kemudian meninjau Tempat Pengolahan Sampah 3 R (TPS 3R) Nitikan dan Pengolahan Sampah milik Muhammadiyah SampahMu.

Di TPST Piyungan, peserta didik tetap berada di dalam bus yang jalan mengelilingi. Tetapi bisa melihat sendiri sampah menggunung dan bau yang tidak sedap. Disamping itu juga mengundang Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta untuk menjelaskan tentang sampah dan pengelolaannya.

Dari kegiatan itu, siswa kemudian mengindentifikasi permasalahan sampah di rumah, sekolah dan masyarakat. Menganalisis permasalahan sampah yang akan ditanganinya. Peserta didik melihat kemampuan diri dan daya dukung untuk mengatasi masalah tersebut sehingga bisa memilih projek yang akan dikerjakan berdasar kepeminatan.

Menurut Dian pada tahap aksi, peserta didik masuk dalam kelompok kepeminatan. Yaitu, membuat produk daur ulang sampah. Membuat karya pertunjukkan dengan memanfaatkan sampah. Membuat ajakan penyelamatan bumi dari sampah melalui karya digital maupun karya konvensional.

Peserta didik melaporkan progres aksi yang sudah dilakukan, menuliskan aksi kegiatan penyelamatan bumi yang dilakukan setiap hari di rumah, sekolah maupun lingkungan sekitar. Hasil aksi yang berupa produk maupun unjuk karya ditindaklanjuti dalam tema kewirausahaan yang akan datang. (War)

Kredit

Bagikan