Sedikit, Guru Gunakan Video Pembelajaran

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJogja.com – Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD mengadakan pelatihan bersama dengan guru dari Madrasah Ibtidaiah Muhammadiyah (MIM) Madureso Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Ketua Pelaksana Dra Widayati MSc mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan guru alternatif dalam berkarya selama pandemi Covid-19. Salah satu karya tersebut yaitu video pembelajaran untuk siswa di MIM Madureso. “Berdasarkan survei tim, masih sangat sedikit guru yang tertarik gunakan dan mengembangkan video pembelajaran. Guru-guru lebih menyukai hanya sebatas menggunakan WhatsApp group atau telegram dalam melakukan kegiatan belajar mengajar,” ujarnya, Rabu (23/06/2021).

Kepala MIM Madureso, Siti Nur Chainah SAg saat memberi pengantar pembukaan mengatakan, kegiatan ini dapat menambah semangat bagi guru dalam proses pembelajaran. Selain itu, penguasaan materi ini akan memperkaya dan mampu melakukan penyegaran proses belajar mengajar.

Dijelaskan Widayati, kegiatan berlangsung dalam beberapa tahap yaitu pelatihan yang dilaksanakan dalam waktu 4 hari dan pendampingan bagi guru selama kurang lebih satu bulan. Kegiatan pelatihan dilakukan secara online melalui platform google meet dengan topik bahasan seperti screencast-o-matic, clideo, dan freeconvert yang disampaikan oleh narasumber Aan Hendroanto MSc. “Selain itu, saya juga menyampaikan materi penggunaan Waqom dalam pembuatan video pembelajaran yang disampaikan” ucap Dra Widayati MSc.

Dikatakan Aan Hendroanto, dalam kerja sama yang dilakukan, UAD selaku pelaksana kegiatan pengabdian juga akan memberikan bantuan berupa peralatan Waqom bagi MIM Madureso, pada akhir kegiatan. Harapannya sebagai sarana pendukung bagi guru-guru dalam berkarya mengembangkan video pembelajaran bagi siswa-siswi MIM Madureso. Salah satu guru peserta pelatihan Mukharom, mengatakan pelatihan ini sangat bermanfaat dan mampu menambah pengetahuan bagi guru khususnya dalam pembuatan video. “Selama ini guru sering menemui kendala seperti waktu, software, serta ukuran video yang besar. Semua kendala ini dapat terselesaikan melalui alternatif solusi yang diberikan selama pelatihan.” komentarnya. (Jay)

 

BERITA REKOMENDASI