Sekolah Vokasi UGM Beri Bantuan ke Desa Kalirejo Kulonprogo

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Perwakilan tim pengabdian masyarakat dari Sekolah Vokasi Universtas Gadjah Mada (SV UGM) menyampaikan bantuan kepada masyarakat Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Juni 2020. Bantuan yang diberikan berupa sabun, masker, dan media sosialisasi pencegahan COVID-19 berupa stiker yang dapat ditempelkan di area-area publik di desa.

Kepala Desa Kalirejo, Lana, menyambut baik inisiatif dari tim pengabdian masyarakat SV UGM dan berharap inisiatif ini dapat membantu masyarakat dalam melewati pageblug COVID-19. “Tentunya dengan pandemi ini yang menjadi keprihatinan kita bersama adalah soal ketahanan pangan. Mari kita menyiapkan makanan lokal untuk menjadi persediaan bagi masyarakat. Jadi, kita tidak merasa cemas akan kekurangan makanan,” ujarnya.

Selain pemberian bantuan secara langsung, tim pengabdian masyarakat SV UGM yang diketuai Frida Anis Handayani juga menciptakan video sosialisasi “Semangat Kalirejo Kokap Menuju New Normal”, yang secara khusus ditujukan untuk masyarakat Desa Kalirejo namun tak menutup kemungkinan dipergunakan masyarakat luas. Video sosialisasi ini menampilkan Dalijo Angkring, seniman kebanggaan Yogyakarta, yang mengimbau dan mencontohkan perilaku hidup bersih dan sehat di era normal baru nantinya.

Dalam video sosialisasi, dosen SV UGM, Dr Endang Soelistiyowati, turut memberi imbauan terkait normal baru. “Dengan normal baru, kita harus beradaptasi dengan pola hidup baru yang lebih sehat, teratur, dan higienis. Kebersamaan dalam menjalankan protokol kesehatan dan sosial adalah modal terbaik dalam bertahan dan agar dapat selamat dari wabah ini,” ujar Dr Endang, yang juga Ketua Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya di SV UGM.

Kegiatan pengabdian masyarakat ke Desa Kalirejo terlaksana melalui Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat SV UGM 2020. Pada awalnya, tim pengabdian masyarakat ingin melakukan program pemetaan partisipatoris (participatory mapping) bersama masyarakat untuk memetakan aspek lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi di Desa Kalirejo. Namun, situasi pageblug membuat tim mengubah fokus dan menyasar kebutuhan yang lebih mendesak saat ini. Harapannya, kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Kalirejo terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. (*)

BERITA REKOMENDASI