5830 Calon Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Ikuti Tes Mandiri

YOGYA, KRJOGJA.com – Sejumlah 5830 orang calon mahasiswa baru UIN Sunan Kalijaga ikuti tes Jalur Mandiri – PBT (Paper Based Test). Dari peserta ujian tulis jalur Mandiri ini terdapat 16 peserta difabel, dengan rincian: 9 orang tuna rungu, 5 orang tuna netra, 2 orang tuna daksa. Sebelumnya, UIN Sunan Kalijaga juga menyelenggarakan tes Jalur Mandiri CBT (Computer Based Test). 

Menurut Ketua Admisi UIN Sunan Kalijaga, Dr. Ridwan, MA., tes Jalur Mandiri-PBT ini dilaksanakan selama 2 hari (18, 19/7/1), bertempat di kampus UIN Sunan Kalijaga. Dari Jalur Mandiri ini nantinya akan diambil 20% untuk Fakultas Keagamaan, dan 30% untuk Fakultas Umum (Saintek dan Isoshum) dari kuota yang diterima pada ujian masuk tahun 2017 ini. 

Ridwan menjelaskan, untuk tahun akademik 2017/2018, UIN Sunan Kalijaga menerima sejumlah 3.447 orang mahasiswa baru. Jumlah tersebut terdiri dari 3372 yang  diterima dari  5 jalur, yakni : Untuk Prodi Umum 30% (379 orang) dari jalur SNMPTN, 40% (500 orang) dari jalur SBMPTN,  Untuk Prodi Keagamaan 50% (1062 orang) dari jalur SPAN-PTKIN, 30% (638 orang) dari jalur UM-PTKIN, sisanya melalui jalur Mandiri Prodi Umum 30%, Prodi Keagamaan 20% (total 793 orang) ditambah 60 orang mahasiswa program kerjasama dan 15 orang difabel, total 3447 orang. 

UIN Sunan Kalijaga, kata Ridwan juga menerima mahasiswa baru melalui jalur Prestasi (Juara Qori’ dan Hafidz Qur’an).Untuk calon mahasiswa baru  prestasi Qori dan Hafidz Qur’an, terdaftar 66 orang. 66 orang  diseleksi lagi. Yang diterima adalah juara I, II dan III lomba Qori’ tingkat nasional dan hafal Qur’an minimal 26 juzz.

"Jalur Mandiri-PBT merupakan jalur terakhir penyelenggaraan ujian masuk mahasiswa baru di UIN Sunan Kalijaga. Dari semua jalur penyelenggaraan ujian masuk mahasiswa baru tahun akademik 2017/2018 kali ini berjalan tertib dan lancar. Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam rangka perbaikan penyelenggaraan penerimaan mahasiswa baru di masa-masa mendatang. Namun secara umum baik, tidak ada masalah  yang berarti."

Ketua Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Sunan Kalijaga, Arif Maftukin, MA., menambahkan dalam penyelenggaraan ujian masuk mahasiswa baru di kampus UIN Sunan Kalijaga untuk difabel, PLD melakukan adaptasi soal, modifikasi bentuk ujian, dan pendampingan kelas. Hal ini untuk memastikan  bahwa ujian masuk yang diberikan untuk mahasiswa difabel tidak menghambat pemenuhan hak-hak pendidikan mereka. (*)

BERITA REKOMENDASI