Dalam ISPO 2018, Siswa Kesatuan Bangsa Yogyakarta Meraih Medali

BANTEN, KRJOGJA.com – Siswa SMA Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School Yogyakarta meraih prestasi gemilang dalam ajang Indonesian Science Project Olympiad  (ISPO) # Science Xtravaganza 2018. Dalam kompetisi yang dipusatkan di  Sekolah Kharisma Bangsa Pondok Cabe Tangerang Selatan itu secara keseluruhan empat tim  dari Kesatuan Bangsa Yogyakarta  meraih medali.  

Keberhasilan tersebut diraih melalui tahap seleksi dan penilaian juri yang cukup ketat. Peserta juga harus melakukan  presentasi  karya penelitiannya bersaing dengan 120 tim finalis dari seluruh Indonesia.  Dari sembilan tim yang masuk grand  final empat tim berhasil meraih medali yakni  1 medali perak, 2 medali perunggu serta 1 honorable mention.

Medali perak diraih Lintang Perwitasari dan Tasya Regita Pramesti (kelas 11) dengan projeck efektifitas bakteri azospirillium dan pseudomonas pada biodegradable Surfaktan (Bisuk). Perunggu diraih Fariz Attar Aulia dan Clearardo Grayson Giantambrani (Kelas 11)  E.P.I.C (Environmental Problems Interactive appliCation) dan Maheswa Hakki Sudiro dan Kemal Ananda Perdana (kelas 11) dengan projeck  ASRAMA (Automatic Sterilizing Rack Machine).
Siswa kesatuan bangsa juga mendapat penghargaan atau  honorable mention yang diterima  Angeli Meilinda Muhammad Nur dan Hana Malvalia Andiya (kelas 11) dengan projeck Limbah Jagung dan Cangkang Kepiting sebagai Adsorben Surfaktan. Bagi  Maheswa Hakki Sudiro   prestasi ini sudah kesekian kalinya.   Tahun 2017 lalu juga meraih medali emas dalam ajang Genius Olympiad di New York Amerika Serikat.  Dalam acara itu juga dihadiri Presiden ISPO Prof Riri Fitri Sari MM MSc.     

Humas Sekolah Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School Yogyakarta, Ahmad Ihsanudin disela acara mengatakan, program ISPO tersebut merupakan konsep kompetisi dalam mendorong  peserta agar punya 1cara pandang global. Dari ajang itu diharapkan melahirkan  lulusan berkemampuan  dan punya daya saing. Sehingga  sanggup berkontribusi positif untuk kepentingan masyarakat. "Sejauh ini siswa Kesatuan Bangsa berhasil meraih prestasi berbagai bidang baik tingkat lokal, nasional maupun internasional," ujarnya.                           

Staf Ahli Bidang Relevansi dan Produktivitas Kemenristekdkti  Dr Agus Puji Prasetyo MEng , mengatakan kementerian sangat mengapresiasi ajang ISPO sebagai upaya  pengembangan teknologi. Karena proses sebelum masih dalam teknologi,  terlebih dahulu harus dimulai dari science.

Menurut Agus,  Ketika bicara teknologi orientasinya harus memberikan manfaat bagi masyarakat.  Karena science merupakan salah satu kunci perkembangan teknologi. Karena  teknologi itu tidak bisa ditumbuhkan dengan pengetahuan rendah. Semua melalui proses bertahap dan berkelanjutan. "Lewat program ISPO Indonesia  akan maju dan berkembang.  Sumber daya alam indonesia melimpah, penelitian yang dilakukan sekarang ini bisa dijadikan modal  untuk mengolah kekayaan alam di Indonesia," ujar Agus.

Dalam kesempatan itu juga dijelaskan, jika  industri sekarang ini masuk generasi  empat atau industri maya sarat dengan teknologi.  "Program ISPO ini harus  dilanjutkan, Kemenristekdikti sangat mendukung program ISPO ini sangat penting untuk mengembangkan dunia industri di Indonesia, " ujarnya.(Roy)

 

BERITA REKOMENDASI